SOLOPOS.COM - Bendera Turki (wikipedia.org)

WNI ditangkap di Turki menolak dideportasi. Namun Polri tetap ingin memulangkan mereka untuk diperiksa.

Solopos.com, JAKARTA — Kepala Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Anton Charliyan mengatakan Polri mengupayakan pemulangan 16 warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan otoritas Turki meskipun mereka enggan dideportasi.

Promosi BRI Borong 12 Penghargaan 13th Infobank-Isentia Digital Brand Recognition 2024

“Itu hak mereka [tak mau dideportasi]…, tapi kami usahakan agar mereka kembali ke Indonesia,” kata Anton Charliyan di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta, Rabu (17/3/2015).

Anton Charliyan menuturkan 16 WNI itu harus diboyong kembali ke Tanah Air untuk diperiksa secara mendalam mengenai tujuan mereka ke Suriah. Selain itu, mereka juga akan diperiksa tentang siapa yang membiayai perjalanan ke negara konflik itu.

Soal kemungkinan mereka dijerat pidana, Anton Charliyan mengatakan belum dapat memastikan karena belum ada pemeriksaan. Anton menambahkan apabila WNI sudah bergabung dengan militan ISIS, mereka dapat dikenakan pasal tertentu.

Sebaliknya jika belum, maka harus dianalisa lebih mendalam. “Tidak bisa ditentukan terlalu dini,” katanya.

Anton mengakui tim gabungan belum dapat memeriksa langsung ke-16 WNI tersebut mengingat ada peraturan pemerintah Turki yang mesti dihormati. “16 orang sehat, terjamin, tidak ada indikasi sakit. Itu laporan sementara tim di sana,” katanya.

Sebelumnya, 16 WNI yang ditangkap di Turki itu menolak dideportasi ke Indonesia dengan alasan ingin bertemu keluarga mereka di Suriah. Ke-16 WNI itu ditangkap saat menyeberang ke Suriah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya