SOLOPOS.COM - Beruang madu di kebun binatang Bandung (Facebook)

Kebun binatang Bandung belakangan jadi sorotan.

Solopos.com, BANDUNG – Kebun Binatang Bandung menjadi pusat pemberitaan media online baik dalam dan luar negeri karena sebuah video viral. Video viral itu menggambarkan kondisi memprihatinkan beruang madu di kebun binatang tersebut. Beruang madu kurus nampak sibuk meminta makanan dari pengunjung. Bahkan terlihat beruang madu di kebun binatang itu memakan kotorannya sendiri.

Promosi 796.000 Agen BRILink Siap Layani Kebutuhan Perbankan Nasabah saat Libur Lebaran

Video viral tersebut diketahui rekaman dari salah satu anggota organisasi pemerhati hewan, Scorpion Wildlife Monitoring Group. Seperti dilansir Dailymail, Selasa (17/1/2017) organisasi tersebut mengirim penyidik ke kebun binatang tersebut untuk memeriksa kondisi satwa.

Video tersebut menjadi viral, pengelola fanpage Facebook Sisi Lain mengunggah ulang video tersebut, Kamis (19/1/2017), dengan beberapa tambahan informasi.

Dimulai dengan tampilan beberapa beruang madu mengangkat kedua tangan untuk meminta lemparan makanan dari pengunjung. Terekam juga beruang yang buang air besar kemudian seperti memakan  dan menjilat kembali kotorannya itu. Kondisi beruang pun terlihat kurus, warna bulunya pun tidak hitam cerah.

Dalam video tersebut dituliskan bahwa Scorpion Wildlife Monitoring Group sudah memperhatikan kondisi hewan di Kebun Binatang Bandung sejak pertengahan 2016. Yayasan tersebut mengaku sempat  menawari bantuan ke pengelola kebun binatang namun ditolak.

Diduga beruang madu di Kebun Binatang Bandung kelaparan. Mereka sampai harus meminta-minta makanan ke pengunjung karena terlalu lapar. Karena persoalan tersebut semakin luas dibicarakan, Pejabat Humas Kebun Binatang Bandung, Sudaryo, memberikan konfirmasi. Menurutnya, beruang yang kurus itu bukan tanda beruang itu tidak sehat.

“Seperti yang Anda lihat sekarang kan, kawanan beruang sehat-sehat saja. Pendapat orang soal kurus dan sebagainya, memangnya kalau kurus berarti tidak sehat, kurang makan? Kan tidak. Atau sebaliknya, gemuk juga belum tentu sehat,” tegas Sudaryo.

 Dalam video tersebut juga diperlihatkan perbandingan kondisi beruang madu di Kebun Binatang Bandung, dengan kondisi beruang madu sehat.

Perbandingan itu menunjukkan beruang madu di Kebun Binatang Bandung memiliki tubuh lebih kurus serta warna bulu yang kusam. Berbeda dengan beruang madu sehat yang lebih gemuk dan warna bulunya lebih hitam cerah.

Berdasarkan pantauan Solopos.com, Sabtu (21/1/2017), video tersebut sudah ditonton lebih dari 190.000 kali, dibagikan lebih dari 4.180 kali, dan dikomentari lebih dari 400 netizen.

Sebagian besar komentar yang terpantau bernada kecaman terhadap pengelola kebun binatang. Netizen kecewa pengelola seperti membiarkan beruang madu kelaparan. Tak hanya itu, netizen juga kecewa dengan pernyataan humas kebun binatang yang menganggap kondisi beruang madu seperti itu sehat-sehat saja.

Dosa kalau binatang dibiarkan lapar sedang dia dikurung gitu. Akhirnya minta-minta,” tulis pengguna akun Chery Rani.

Sampai ngerti beruangnya cara minta makanan berdiri naikin tangan, berarti mereka emang kelaparan. Tega bener deh,” tulis pengguna akun Made Sakha Yudha.

Itu pengelolanya kalau tidak bisa menjaga dengan baik mending hibahkan ke lembaga yang memang peduli. Apa pengelolanya saja yang gantikan posisi beruang-beruang itu,” ungkap pengguna akun Vianna Kim.

Mengenai masalah ini Walikota Bandung, Ridwan Kamil, angkat bicara melalui akun Instagramnya. Ridwan Kamil menegaskan pengelolaan Kebun Binatang Bandung bukan tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung. Kebun binatang tersebut adalah milik yayasan swasta. Semua kebun binatang di Indonesia diatur oleh Kementerian Lingkungan Hidup.

Ridwan juga menegaskan Pemkot Bandung sudah mengirim surat komplain mengenai pengelolaan kebun binatang ke kementerian terkait  sejak tahun lalu.

Simak Videonya: https://www.instagram.com/p/BPaTad7gnAT

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya