SOLOPOS.COM - UGM juara Kontes Robot Terbang (Istimewa)

UGM berhasil menjuarai kontes robot terbang.

Solopos.com, JOGJA – Universitas Gadjah Mada berhasil menjadi juara umum dalam Kontes Robot Terbang (KRTI) 2015 yang dilaksanakan di Lapangan Gading, Playen, Gunungkidul 17-20 September 2015.

Promosi BRI Group Berangkatkan 12.173 Orang Mudik Asyik Bersama BUMN 2024

Kompetisi pesawat nirawak ini diikuti 71 peserta dari 29 perguruan tinggi. Pada penutupan KRTI sekaligus pengumuman pemenang, Sabtu (19/9/2015) malam, di Balairung UGM, tim UGM berhasil memenangi dua kategori dan mendapat empat penghargaan dari tiga divisi yang diperlombakan yakni fixed wing, racing jet, dan vertical take off and landing.

Tim Gama Force II dari Fakultas Teknik UGM berhasil menjadi juara pertama dalam kelas mapping dan monitoring untuk divisi Fixed Wing. Bahkan tim ini mendapat dua penghargaan khusus untuk kategori ide dan desain terbaik. Selanjutnya dua penghargaan lainnya, Tim Horse Fly UGM berhasil menyabet penghargaan desain terbaik dalam kategori divisi Racing Jet. Sedangkan Tim Gadjah Mada Fighting Copter-1 berhasil menyabet penghargaan khusus untuk sistem terbaik dalam divisi vertical take off and landing.

Sementara pemenang kelas light weight untuk divisi Racing Jet diraih oleh tim dari Universitas Andalas sebagai juara pertama, disusul Politeknik Elektronika Negeri Surabaya juara kedua. Sementara kelas heavy weight, juara pertama dimenangi oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Sedangkan untuk kelas water based fire extinguisher divisi vertical take off and landing dimenangkan Universitas Telkom, disusul STMIK Teknokrat dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Lalu untuk kelas non water based fire extinguisher dimenangkan oleh tim Garuda dari Universitas Indonesia, disusul Politeknik Elektronika Negeri Surabaya dan Universitas Telkom.

Dr. Djoko Sarjadi selaku anggota dewan juri mengatakan kompetisi KRTI tahun ini banyak menghasilkan karya-karya yang siap diaplikasikan di masyarakat. Menurutnya salah satu pesawat nirawak karya para mahasiswa ini sudah mampu menghasilkan foto peta dengan kualitas baik.

“Saya salut kepada peserta yang tidak pernah mendapatkan pelajaran tentang pesawat namun bisa membuat pesawat,” kata Djoko seperti dilansir situs resmi UGM, Senin (21/9/2015)

Djoko berharap di tahun mendatang semakin banyak karya mahasiswa yang bisa diimplementasikan ke masyarakat. Bahkan pihaknya siap dan  mendukung start up company berbasis hasil riset.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya