SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Jakarta– Sejumlah tokoh agama dan pemuda dari berbagai institusi di Indonesia dan Amerika Serikat sepakat untuk mempromosikan sikap toleransi beragama di sekolah-sekolah dalam komunitasnya masing-masing.

Hal ini terungkap dalam sebuah komitmen tertulis hasil forum Dialog Lintas Agama Indonesia-AS di Jakarta, Rabu. “Masing-masing pemimpin agama dan tokoh pemuda kedua negara akan mempromosikan mengenai pentingnya mengenal dan menghormati umat beragama lain,” kata Zainal Abidin Bagir, panelis Dialog Lintas Agama sekaligus Direktur Eksekutif Center for Religious and Cross Cultural Studies (CRCS).

Promosi BRI Cetak Laba Rp15,98 Triliun, ke Depan Lebih Fokus Hadapi Tantangan Domestik

“Hal ini dilakukan agar dapat mengurangi diskriminasi atau kekerasan terhadap kaum minoritas dalam suatu area,” katanya lagi.

Bagir menjelaskan delegasi kedua negara memandang perlu dilakukan sosialisasi mengenai keberagaman agama untuk menciptakan masyarakat yang saling toleransi dan bekerjasama menuju kehidupan yang lebih baik.

Dalam kesempatan yang sama, Sekretaris Jendral Konferensi Dunia mengenai Agama dan Perdamaian (WCRP), William Vandley, menambahkan perlunya dilakukan kontak antar masyarakat kedua negara untuk meruntuhkan segala stereotipe negatif yang terlanjur melekat dalam benak kedia pihak.

“Pertemukan masyarakat kedua negara dan biarkan mereka memahami bahwa gambaran negatif yang selama ini ada tidak benar,” kata Vandley.

Dia juga menghimbau media massa agar tidak hanya memberitakan mengenai konflik tetapi juga perdamaian.

Dialog Lintas Agama Indonesia-AS yang dilangsungkan pada 25-27 Januari 2010 di Hotel Borobudur Jakarta menyimpulkan empat komitmen bersama yakni pengentasan kemiskinan, menjaga lingkungan, mempromosikan pendidikan mengenai keberagaman agama dan membantu pemerintah menjalankan tugas-tugasnya dengan baik.

Pertemuan yang baru pertama kali diadakan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi komunitas umat beragama untuk menciptakan program-program konkrit yang dapat membantu memecahkan masalah dunia.

Beberapa rekomendasi yang telah dirumuskan selama tiga hari dialog dengan tema Membangun Komunitas Bersama: Meningkatkan Kerjasama Antar Pemeluk Agama ini akan dilaporkan kepada pemerintah masing-masing untuk ditindaklanjuti.

Delegasi RI dipimpin oleh Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementrian Luar Negeri RI, Andri Hadi. Delegasi RI beranggotakan 30 (tiga puluh) orang tokoh lintas agama, pengamat, LSM, akademisi dan media serta pejabat dari Kemlu dan Kementrian Agama.

Delegasi AS dipimpin oleh Mr. Pradeep Ramamurthy; Senior Director of Global Engagement for the White House National Security Council serta 20 (dua puluh) orang tokoh lintas agama, think tanks, akademisi dan LSM. Selain itu delegasi AS mengundang 10 tokoh lintas agama dari beberapa negara di kawasan Asia sebagai observer.

ant/isw

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya