SOLOPOS.COM - Salah satu pelaku penembakan saat aksi teror di Jalan MH Thamrin, kawasan Sarinah, Jakarta, Kamis (14/1/2016). Sejumlah teroris melakukan penyerangan terhadap beberapa gedung dan pos polisi di kawasan tersebut yang mengakibatkan sejumlah korban tewas dan luka-luka. (JIBI/Solopos/Antara/Xinhua/Veri Sanovri)

Wakapolri mengungkapkan banyak teroris senior di Indonesia yang merupakan jebolan pelatihan di Afghanistan.

Solopos.com, JAKARTA — Para pelaku teror di Indonesia diduga mendapatkan pelatihan di Afghanistan, negara yang pernah dikuasai oleh milisi Taliban. Hal itu menunjukkan pentingnya Polri bekerja sama dengan kepolisian negara itu untuk memberantas terorisme.

Promosi Video Uang Hilang Rp400 Juta, BRI: Uang Diambil Sendiri oleh Nasabah pada 2018

“Banyak pelaku terorisme yang senior berlatih dan belajar di Afganistan,” kata Wakapolri Komjen Pol. Syafrudin, di Jakarta, Minggu (12/3/2017).

Syafrudin mengatakan itu secara tertulis saat menghadiri konferensi para kepala kepolisian negara-negara Asia Selatan dan sekitarnya yang digelar Interpol dan Bangladesh Police di Dhaka, Bangladesh, 12-14 Maret 2017. Polri, kata dia, mampu memerangi terorisme di Indonesia kemudian menangkap dan merehabilitasi sebagian teroris.

Afganistan memiliki catatan sejarah panjang bagi Indonesia terkait teroris mulai dari Mujahidin hingga Alqaeda, sehingga Polri perlu berkomunikasi dengan pemerintah Afganistan. Dia juga berdialog dengan Kepala Kepolisian Afganistan, Jenderal Abdul Rahman, dan Wakil Kepala Kepolisian Diraja Malaysia Noor Rashid Ismail, serta perwakilan dari Bangladesh.

“Sebelum konferensi dimulai, kita mengadakan pertemuan dengan tiga negara yakni Afganistan, Bangladesh dan Malaysia,” ujar Syafrudin.

Menurut Syafrudin, Bangladesh yang menjadi tuan rumah pertemuan mulai sering diwarnai aksi yang dilancarkan kelompok ekstrimis yang bergabung dengan kelompok bersenjata ISIS.

Sementara itu, Abdul Rahman menilai penting kerjasama dengan Indonesia untuk penanganan terorisme. “Afganistan memohon kepada Indonesia untuk bantuan pananganan masalah terorisme dalam hal pemberian informasi dan pelatihan perwira polisi Afganistan ke Indonesia,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya