SOLOPOS.COM - Abu Muhammad Al Indonesi dalam video ISIS di Indonesia (Courtesy Youtube)

Teror ISIS kini mulai terdengar di Indonesia. Melalui video, ISIS mengirim ancaman akan menyerang Nusakambangan.

Solopos.com, JAKARTA — Beredar video ancaman ISIS akan menyerang Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah, ditanggapi serius tapi santai oleh Wakapolri Komjen Pol. Badrodin Haiti. Nusakambangan kini menarik perhatian karena menjadi tempat ditahannya narapidana kasus terorisme dan eksekusi narapidana mati.

Promosi Digitalisasi Mainkan Peran Penting Mendorong Kemajuan UMKM

“Biasa saja, wajar karena memang salah satu penghalang mereka itu Polri,” kata Badrodin Haiti di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (11/4/2015).

Kendati demikian, calon Kapolri itu mengatakan Polri tidak takut dengan ancaman itu lantaran pihaknya juga sudah menerapkan kewaspadaan dan kesiapan. Lebih lanjut Badrodin menegaskan Polri sudah memiliki kesiapan penuh untuk menghadapi berbagai kemungkinan ancaman teror dari kelompok radikal.

“Tentu, kita tak mengendurkan upaya memerangi terorisme dan mencegah radikalisme,” kata Wakapolri.

Sebelumnya, beredar video ancaman dari ISIS di Youtube. Video itu menayangkan seorang pria mengenakan penutup kepala dan bersenapan menyatakan ingin membebaskan Abu Bakar Ba’asyir dan Aman Abdurrahman.

Diketahui, Ba’asyir dan Aman sedang menjalani masa penahanan di Lapas Nusakambangan. Dalam video itu, pria tersebut mengaku tidak takut dengan pemerintah Indonesia. Video itu berjudul Salim News alias Abu Jandal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya