SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

JAKARTA-Siang ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan tersangka kasus dugaan suap pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Nunun Nurbaetie Daradjatun. Ini pemeriksaan kedua Nunun setelah kedatangannya pada Sabtu malam (10/12/2011).

“Pemeriksaan lagi rencananya hari ini jam 2 siang,” kata pengacara Nunun, Ina Rahman. Rencananya, Nunun akan menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jalan HR. Rasuna Said, Jakarta Selatan, Senin (12/12/2011).

Promosi Kisah Petani Pepaya Raup Omzet Rp36 Juta/bulan, Makin Produktif dengan Kece BRI

Apakah pemeriksaan berlangsung di tahanan? Sesuai prosedur, biasanya pemeriksaan akan dilakukan di gedung KPK. “Normalnya begitu,” kata Kepala Bagian Pemberitaan dan Informasi KPK, Priharsa Nugraha.

Nunun saat ini mendekam di Rumah Tahanan Wanita PondoK Bambu, Jakarta Timur. Dalam inspeksinya kemarin, Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM, Sihabuddin, memastikan tidak ada fasilitas istimewa yang diberikan kepada Nunun.

“Hanya kasur tipis dan bantal. Nunun berada di dalam kamar berukuran 5,7 x4 meter dengan kapasitas 33 orang. Batas maksimal kamar itu sebenarnya sampai 15 orang,” ujar Sihabuddin kemarin di Rutan Pondok Bambu.

Nunun diduga menebar 480 cek pelawat senilai Rp24 miliar kepada 26 anggota Komisi IX Bidang Keuangan DPR periode 1999-2004. 26 Mantan anggota DPR itu berasal dari tiga fraksi, yakni Fraksi Golkar, Fraksi PDI Perjuangan, dan Fraksi PPP.

Nunun dibekuk di sebuah rumah di Bangkok, Thailand, pada Rabu petang (7/12/2011). Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan Chandra M. Hamzah memimpin tim penjemputan Nunun dari Thailand. VIVAnews

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya