SOLOPOS.COM - Logo KPK (JIBI/Solopos/Antara)

Seleksi Pimpinan KPK tengah berlangsung dan pansel melibatkan LSM untuk melakukan sosialisasi.

Solopos.com, JAKARTA — Pencarian calon Pimpinan (capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melibatkan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk melakukan sosialisasi dan mencari calon yang layak mengikuti proses penjaringan.

Promosi Kecerdasan Buatan Jadi Strategi BRI Humanisasi Layanan Perbankan Digital

Anggota Pansel Calon Pimpinan KPK, Betti Alisjahbana, mengatakan pihaknya telah menyepakati pelaksanaan focus group discussion (FGD) di sembilan kota dengan sejumlah LSM, seperti Indonesia Corruption Watch, Kemitraan, Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia, Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran, dan Transparency International Indonesia.

“Kami bertemu dengan beberapa perwakilan dari masyarakat, dan sepakat untuk melakukan seminar, dan FGD, sekaligus melakukan sosialisasi proses seleksi calon pimpinan KPK di sembilan kota,” katanya di Kompleks Sekretariat Negara, Jakarta, Rabu (10/6/2015).

Betti menuturkan pihaknya juga akan menghidupkan kembali gerakan antikorupsi di Surabaya, Padang, Bandung, Balikpapan, Yogyakarta, Depok, Pontianak, Medan, dan Makasar.

Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperkuat pencegahan korupsi yang selama ini sudah dilakukan.

Menurutnya, anggota Pansel Calon Pimpinan KPK akan menyebar untuk melakukan sosialisasi di kota tersebut, sekaligus mengajak sosok yang dianggap layak untuk mengisi posisi pimpinan KPK untuk mendaftarkan dirinya.

“Sampai saat ini sudah ada 39 pendaftar, yang terdiri dari 37 orang pria dan dua orang lainnya wanita,” ujar dia.

Betti juga menyebutkan pendaftar yang ada saat ini memiliki latar belakang pekerjaan yang beragam, seperti Pegawai Negeri Sipil, akademisi, pengacara, karyawan swasta, dan penegak hukum. Latar belakang pendidikannya pun berada di sekitar sarjana hukum, sarjana ekonomi, dan sarjana teknik.

“Penegak hukum yang sudah mendaftar menjadi calon pimpinan KPK adalah beberapa penyidik Polri, dan penyidik Kejaksaan,” ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya