SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Jakarta–Suasana di Kota Tarakan, Kalimantan Timur, akibat bentrokan dua kelompok warga masih mencekam. Peristiwa itu juga menyebabkan sekitar 1.000 orang terpaksa diungsikan ke Mapolres Tarakan.

“Jumlah pengungsi di Mapolres Tarakan sekitar 1.000 orang,” kata Suwandi Idris, asisten staf khusus presiden bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, yang berada di Tarakan saat dihubungi melalui telepon, Rabu (29/9).

Promosi Safari Ramadan BUMN 2024 di Jateng dan Sulsel, BRI Gelar Pasar Murah

Menurut Suwandi, lokasi pengungsian tersebut dijaga ketat aparat keamanan. Selain personel polisi, sejumlah anggota TNI dari Yonid 631 juga diberbantukan untuk mengamankan Mapolres Tarakan.

“Bentrokan yang kembali meletus semalam membuat kami lebih berkonsentrasi mengurus masyarakat yang semakin ketakutan,” ujar Suwandi.

Suwandi mengungkapkan, semalam terjadi bentrokan terbuka antara dua kelompok warga. Mereka saling serang dengan menggunakan berbagai senjata tajam. Situasi sedikit mereda saat petugas gabungan TNI dan Polri berhasil melokalisir masing-masing kelompok.

“Namun hingga pagi tadi, masih ada konsentrasi massa di sejumlah titik. Suasana memang sudah tidak terlalu mencekam dibandingkan semalam, namun belum bisa dikatakan kondusif,” ujar Suwandi.

Sebelumnya kronologi yang dilansir Mabes Polri menyebutkan, bentrokan di Tarakan itu melibatkan kelompok warga dari Suku Bugis dan Suku Tidung. Kejadian itu dipicu perkelahian dua kelompok pemuda dari masing-masing suku di Kampung Juata Permai,  Tarakan pada Minggu (26/9), sekitar pukul 22.30 Wita.

dtc/tiw

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya