Sejarah Hari Ini: 26 Agustus 1883, Gunung Krakatau Meletus

Gambaran Gunung Krakatau yang meletus pada 1883. (Wikimedia.org)
26 Agustus 2019 00:20 WIB Ginanjar Saputra Internasional Share :

Solopos.com, SOLO — Gunung Krakatau di Selat Sunda meletus hingga terdengar oleh 1/8 penduduk Bumi, 26 Agustus 1883. Letusan itu menewaskan sedikitnya 36.000 orang.

Meletusnya Gunung Krakatau merupakan salah satu dari sekian banyak peristiwa bersejarah dunia yang layak dikenang pada hari ke-238—hari ke-239 dalam tahun kabisat—sesuai sistem Kelender Gregorian, 26 Agustus. Berikut sejumlah peristiwa bersejarah pada 26 Agustus yang dihimpun Solopos.com dari Thepeoplehistory.com dan Wikipedia.org, dalam Sejarah Hari Ini, 26 Agustus:

1071
Pasukan Kerajaan Seljuk berhasil mengalahkan pasukan Kekaisaran Bizantium dalam Pertempuran Manzikert. Atas kemenangan itu, Kerajaan Seljuk berhak menguasai Anatolia.

1278
Pasukan Kekaisaran Romawi Suci dan pasukan Kerajaan Hungaria berhasil mengalahkan pasukan Kerajaan Bohemia dalam Pertempuran Durnkrut dan Jedenspeigen di antara Durnkrut dan Jedenspeigen atau kini wilayah Austria Hilir, Austria. Kekalahan dalam pertempuran tersebut menyebabkan Kerajaan Bohemia kehilangan 12.000 tentaranya.

1303
Pemimpin Kesultanan Delhi, Alauddin Khilji, berhasil merebut wilayah Chittorgarh dari kekuasaan Dinasti Mewar. Sebelumnya, pasukan Kesultanan Delhi telah menyerbu wilayah Chittorgarh selama beberapa hari.


Gambaran artileri milik Inggris yang digunakan dalam Pertempuran Crecy, 1346. (Wikimedia.org)
1346
Senjata berat yang digunakan untuk menembak target jarak jauh, yakni Artileri, untuk kali pertama digunakan dalam sebuah pertempuran. Negara yang pertama menggunakan senjata tersebut adalah Inggris kala bertempur dengan Prancis dalam Pertempuran Crecy.

1768
Untuk kali pertama, James Cook meklakukan penjelajahan dunia pertamanya dari Inggris. Tak sampai dua tahun kemudian, James Cook menjadi orang pertama dari Eropa yang berhasil mencapai Australia.

1883
Gunung Krakatau meletus dan menyebabkan sekitar 36.000 orang tewas. Menurut Simon Winchester, ahli geologi lulusan Universitas Oxford Inggris yang juga penulis National Geographic, letusan tersebut merupakan peristiwa vulkanik yang paling meluluhlantakkan dalam sejarah manusia modern. Suara letusannya terdengar sampai 4.600 kilometer dari pusat letusan dan bahkan dapat didengar oleh 1/8 penduduk bumi saat itu.

1934
Wartawan asal Amerika Serikat (AS) Dorothy Thompson diusir dari Jerman. Thompson adalah salah seorang wartawan asing yang diusir dari Jerman karena mengktitik pemimpin Jerman Adolf Hitler.

1914
Pasukan Sekutu berhasil mengambil alih wilayah Togoland di Afrika dari cengkeraman Jerman. Sebelumnya, pasukan Sekutu telah melakukan serangan di wilayah Togoland selama 17 hari.

1940
Chad, sebuah negara di Afrika, menjadi negara pertama koloni Prancis yang bergabung dengan Sekutu dalam Perang Dunia II. Di bawah pimpinan Gubernur Adolphe Sylvestre Felix Eboue, tentara Chad membantu Prancis untuk mengusir Jerman dari wilayah Prancis.


Tentara Rusia di Grozny, Chechnya saat Perang Chechnya II. (Wikimedia.org)
1999
Perang Chechnya II meletus setelah pasukan Rusia melakukan invasi demi mencaplok kembali wilayah Republik Chechnya. Perang Chechnya II berlangsung cukup lama, yakni selama hampir 10 tahun.