Jumlah Guru Pendidikan Agama Islam Belum Ideal

Ilustrasi guru (Reuters/Brian Snyder)
18 Mei 2019 09:10 WIB Jafar Sodiq Assegaf Nasional Share :

Solopos.com, SOLO - Tuntutan profesionalisme guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dihadapkan pada realitas minimnya jumlah guru PAI di Indonesia. Saat ini, jumlah guru PAI di Indonesia hanya 182.696 orang, sementara jumlah siswa muslim mencapai 37.655.118 siswa.

Jumlah ideal guru PAI untuk menangani jumlah siswa muslim itu semestinya adalah 217.738 orang sehingga untuk saat ini kekurangan guru PAI mencapai 35.042 orang.

Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI mencatat kekurangan guru PAI yang paling banyak berada di Jawa Tengah, dengan angka kekurangan mencapai total 6.601 orang. Ketimpangan jumlah guru PAI dan jumlah siswa muslim tentunya akan berimplikasi pada beban kerja guru yang kurang ideal dan berlebihan.

Di tengah tantangan yang dihadapi guru PAI, baik dilihat dari ketimpangan jumlah guru PAI dan siswa muslim maupun tuntutan profesionalisme guru, perlu dilakukan pemetaan terhadap kompetensi guru PAI.

Pemetaan dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis kompetensi-kompetensi mana saja yang telah dicapai oleh guru dan kompetensi mana yang dirasa masih lemah dan perlu diprioritaskan untuk dilakukan peningkatan. Pemetaan kompetensi guru juga dapat digunakan untuk mengukur kualitas guru PAI pada setiap aspek kompetensi yang dipersyaratkan bagi seorang guru.

Peta kompetensi guru PAI baru bisa dilakukan di provinsi Jawa Tengah, dengan mengambil sampel 12 kabupaten/kota yang merupakan perwakilan dari enam karesidenan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru PAI SMA di Jawa Tengah yang berjumlah 1.311 orang dan guru PAI SMK di Jawa Tengah yang berjumlah 2.101.

Jadi jumlah populasi guru PAI SMA/SMK di Jawa Tengah adalah 3.412 orang. Sedangkan sampel penelitian terdiri dari guru PAI SMA sebanyak 137 orang dan guru PAI SMK sebanyak 223 orang.

Dari hasil penelitian itu didapat hasil kompetensi guru PAI SMA/SMK yang tertinggi adalah kompetensi Pedagogi dengan rerata sebesar 3,25 atau berada pada kriteria tinggi. Kompetensi kedua yang berada pada kriteria tinggi adalah kompetensi kepribadian dengan nilai rata-rata sebesar 3,24, dan kompetensi profesional mencapai rata-rata 3,07 dan berada pada kategori tinggi.

Sedangkan dua kompetensi lainnya berada pada kategori sedang, yaitu kompetensi kepemimpinan dengan skor 2,60 dan kompetensi sosial dengan nilai 2,59. Dengan demikian kompetensi tertinggi ada pada kompetensi pedagogi dan kompetensi terendah berada pada kompetensi kepemimpinan.

Peta kompetensi guru PAI SMA/SMk di Jawa Tengah menghasilkan informasi beberapa kompetensi yang masih lemah dan perlu mendapat prioritas untuk ditingkatkan. Kompetensi yang masih perlu ditingkatkan oleh guru PAI SMA/SMK di Jawa Tengah terletak pada aspek menyelenggarakan dan memanfaatkan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar untuk kepentingan pembelajaran.

Jika dilihat dari status kepegawaian, guru PAI SMA/SMK yang berstatus PNS memiliki kompetensi yang tidak berbeda secara signifikan dengan guru PAI yang berstatus non PNS. Sedangkan dilihat dari sertifikasi, terdapat perbedaan yang signifikan antara kompetensi guru PAI SMA/SMK yang telah lulus sertifikasi dengan guru PAI yang belum lulus sertifikasi.