SOLOPOS.COM - Korban keracunan nasi bungkus saat dirawat di Puskesmas di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, Selasa (7/3/2023). (ANTARA/HO-Humas Polres Dompu)

Solopos.com, DOMPU — Pesta ulang tahun di Desa Kampasi dan Desa Nusajaya, Kecamatan Manggelewa, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat, memicu keracunan puluhan anak di bawah lima tahun (balita), Selasa (7/3/2023).

Penyebab keracunan puluhan anak balita itu diduga berasal dari nasi bungkus yang dibagikan pemilik rumah.

Promosi BI Rate Naik Jadi 6,25%, BRI Optimistis Pertahankan Likuiditas dan Kredit

“Korban berjumlah 35 orang dan sebagian besar adalah balita,” kata Kapolsek Manggelewa, Iptu Ramli di Mataram, Selasa.

Kejadian tersebut berawal saat perayaan hari ulang tahun putri dari salah seorang warga inisial SU, 19, di Desa Kampasi sebagai tuan rumah menyiapkan menu makanan olahan sebanyak 42 bungkus.

Nasi bungkus itu dibagikan kepada tamu sebanyak 32 bungkus dan 10 bungkus kepada warga di Dusun Mulia Sari Desa Nusajaya.

Setelah menyantap nasi bungkus di perayaan ultah itu, beberapa orang mulai mengalami gejala mual, muntah, pusing dan diare.

Gejala tersebut, berangsur-angsur timbul satu persatu kepada para korban yang telah memakan nasi bungkus tersebut.

“Sejumlah korban keracunan hingga saat ini tengah dirawat intensif di Rumah Sakit Pratama Manggelewa dan di Puskesmas Soriutu, Desa Lanci Jaya,” katanya.

Dari puluhan korban itu sebanyak tujuh orang masih di rawat di Rumah Sakit Pratama dan tujuh orang di rawat di PKM Soriutu dan korban lainnya di rawat di rumah masing-masing.

“Jadi total korban keracunan berjumlah ada sekitar 35 orang,” katanya seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Dari hasil investigasi sementara penyebab keracunan itu diduga berasal dari ayam potong yang dibeli pada seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) berinisial DI, warga Desa Setempat.

Daging olahan ayam tersebut dijadikan nasi bungkus dan disajikan enam jam kemudian setelah dibungkus.

Dari keterangan sejumlah warga sekitar menyebutkan daging ayam yang dalam nasi bungkus tersebut diduga seharusnya tak layak dipotong, bahkan dikonsumsi.

Sebab, pada saat dilakukan pemotongan pada ayam potong tersebut diperoleh ayam sudah berbau tak sedap dan berwarna biru kehitam-hitaman.

“Kami masih mendalami penyebab pasti keracunan yang terjadi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya