SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Bantul— Pijat massal yang digelar pada 7 Agustus 2010 atau di tengah perayaan Bantul ekspo 2010 di Pasar Seni Gabusan Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta gagal pecahkan rekor.

“Pijat massal yang diharapkan dapat dicatat dalam museum rekor indonesia (MURI) sebagai pijat terlama dan terbanyak namun ternyata gagal karena terkendala teknis,” kata ketua panitia Bantul ekspo Bambang Legowo di Bantul, Senin (9/8).
Menurut dia, aksi pijat massal dalam rangka menyemarakkan Bantul Ekspo pada 31 Juli hingga 8 Agustus 2010, aksi itu dilaksanakan selama 12 jam mulai dari jam 07.00 hingga 19.00 WIB diharapkan dapat diikuti peserta sebanyak 700 orang.

Promosi Efek Ramadan dan Lebaran, Transaksi Brizzi Meningkat 15%

“Selama pelaksanaan aksi pijat massal tidak ada yang melakukan monitoring dan pencatatan, sehingga peserta yang mengikuti tidak terhitung,” katanya.

Bambang mengatakan, kondisi itu akan menjadi bahan evaluasi panitia maupun pihak yang berkepentingan untuk lebih mempersiapkan diri di waktu yang akan datang.

“Kami berharap di waktu yang akan datang perencanaan lebih dipersiapkan dengan matang, mengingat kabupaten Bantul seringkali berhasil pecahkan rekor MURI pada perayaan Bantul Ekspo tahun-tahun sebelumnya,” katanya.

ant/rif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya