SOLOPOS.COM - Pesawat twin otter Aviastar (aviastar.biz)

Pesawat Aviastar yang hilang kontak sore ini diyakini masih dalam kondisi baik meski sudah 34 tahun.

Solopos.com, JAKARTA — Pesawat twin otter PK-BRM yang dioperasikan Aviastar yang hilang kontak dalam perjalanan dari Masamba ke Makassar, Jumat (2/10/2015), dinyatakan layak terbang meskipun usianya sudah 34 tahun. Cuaca saat penerbangan baik di Masamba maupun Makassar juga sedang baik.

Promosi Dirut BRI dan CEO Microsoft Bahas Akselerasi Inklusi Keuangan di Indonesia

GM Commercial Aviastar, Petrus Budi P, dalam keterangan pers di Jakarta, Jumat malam, menyatakan pesawat jenis twin otter tersebut merupakan buatan Kanada 1981, namun baru masuk dalam jajaran pesawat Aviastar pada Januari 2015. Menurutnya, bahan bakar yang dibawa dalam penerbangan ini juga cukup untuk mencapai tujuan.

“Bahan bakar tidak lebih dari 3.200 pon, yang diisikan di pesawat ini 2.300 pon, cukup untuk penerbangan hampir 4 jam,” kata Petrus seperti ditayangkan di beberapa televisi nasional.

Malam ini, pihak Aviastar telah mengirim tim ke Makassar untuk menangani penumpang. Selain itu, ada crisis center yang didirikan di kantor pusat Aviastar Jakarta dan Makassar. Besok, dua pesawat milik Aviastar akan dikerahkan untuk membantu pencarian.

“Posisi terakhir belum diketahui, Senkom Polri juga sudah bergerak. Kalau pagi besok cuaca memungkinkan, kami kirim dua pesawat yang saat ini di Sulawesi untuk ikut pencarian.”

Dirjen Perhubungan Udara, Suprasetyo, juga mengungkapkan hal serupa. Diakuinya pesawat tersebut memang sudah lama, namun tidak masalah jika perawatannya baik. “34 tahun, asal perawatannya baik, dan layak terbang, ya tidak masalah,” ujarnya saat diwawancarai live kepada TV One.

Menurutnya, lokasi pencarian akan dipusatkan di dua titik, yaitu di 14 nautical miles dari Masamba, kemungkinan di Palopo, dan 34 nautical miles. “Rute biasa saja, ada sebelah kanan tikungan tajam tapi biasa.”

Berdasarkan laporan pihak bandara, kontak terakhir dengan pilot terjadi saat pesawat Aviastar tersebut berada di 8.000 kaki. Cuaca di jalur penerbangan tersebut juga diyakini aman. Bupati Luwu Utara, Arifin Djunaidi, dalam wawancara via telepon dengan TV One mengatakan berdasarkan pengalamannya, pesawat di rute itu tidak akan berangkat jika cuaca tidak baik.

“Di pesawat ada kepala bandara Seko di pesawat, yaitu Pak Nasir. Tapi dari sekian penumpang, sepertinya tidak ada yang ber-KTP Luwu Utara, itu untuk sementara yang saya ketahui,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya