SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Jakarta— Anggota Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya menggerebek pabrik pembuat ekstasi dan shabu dengan barang bukti total bahan produksi senilai Rp160 miliar.

“Pabrik itu mampu memproduksi 300 butir ekstasi dan shabu sebanyak 25 gram setiap harinya,” ungkap Kapolda Metro Jaya, Irjen Wahyono di lokasi kejadian Perumahaan Citra 2 Extantion Blok BB 2 No. 6 RT 12/05 Kelurahan Pegadungan Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, Selasa (23/3).

Promosi Indeks Bisnis UMKM BRI: Ekspansi Bisnis UMKM Melambat tapi Prospektif

Pengungkapan kasus ini, menurut Kapolda berawal ketika polisi menangkap pembuat narkoba, Anthony Wijaya alias Hakim, kemudian anggota mendapatkan keterangan rumah tersebut dijadikan tempat produksi narkoba.

Sebelum menangkap Hakim, polisi mengintai rumah itu selama dua bulan, namun anggota kesulitan untuk masuk ke lokasi karena penghuninya tidak membuka pintu pabrik narkoba itu.

Akhirnya polisi mendapatkan kesempatan saat seorang teman tersangka, Ang Yin Hua alias Leonardi hendak bertamu, kemudian anggota Satuan Psikotropika merangsek dan menggerebeg ke dalam rumah itu.

Wahyono menuturkan anggotanya berhasil menyita barang bukti berupa beberapa ekstasi dan bahan shabu dengan total nilai Rp160 miliar.

Tersangka dikenakan Pasal 113 ayat (2) subsider Pasal 114 ayat (2) lebih subsider Pasal 112 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman penjara maksimal 20 tahun.


inilah/rif

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya