SOLOPOS.COM - Ilustrasi nuklir (JIBI/Dok)

Nuklir Korea Utara membuat Tiongkok geram dan melarang ekspor bahan bakar jet ke negara itu.

Solopos.com, BEIJING – Tiongkok mengeluarkan pengumuman larangan ekspor bahan bakar jet dan produk minyak lainnya yang digunakan untuk membuat bahan bakar roket ke Korea Utara (Korut), Selasa (5/4/2016).

Promosi Kuliner Legend Sate Klathak Pak Pong Yogyakarta Kian Moncer Berkat KUR BRI

Kementrian Perdagangan Tiongkok dalam sebuah penyataan juga melarang impor emas dari Korut.  Langkah tersebut sebagai bagian dari implementasi atas sanksi baru PBB terhadap Pyongyang.

Dewan Keamanan PBB mengesahkan sanksi baru terhadap Korut awal Maret lalu, menyusul uji coba nuklir keempatnya pada Januari dan peluncuran roket jarak jauh pada Februari. Sektor pertambangan merupakan bagian penting dari perekonomian Korut. Sejumlah pakar seperti dilansir Reuters, menyakini pendapatan dari sektor tambang membantu menanggung pengeluaran militer Korut.

Sementara dikabarkan Dailymail.co.uk, Jumat (1/4/2016) , Pemimpin Korut, Kim Jong Un, menganggap Tiongkok sebagai musuh yang dibenci. Hal itu setelah Beijing setuju untuk menerapkan pembatasan baru terhadap Pyongyang terkait sanksi PBB.

Sebuah dokumen pemerintah tersebut mendorong warga Korut untuk menghancurkan skema penekanan Tiongkok dengan badai nuklir. Dokumen tersebut dikirim ke semua anggota Partai Pekerja Korea dan diperoleh surat kabar Daily NK.

“Semua anggota partai dan pekerja harus bergabung menghancurkan skema penekanan Tiongkok dengan kekuatan badai nuklir atas pengkhianatannya terhadap seosialisme,” keterangan dalam dokumen itu.

Informasi mengenai dokumen  tersebut datang di tengah Presiden Amerika Serikat (AS), Barrack Obama  dengan presiden Tiongkok, Xi Jinping, Kamis (31/3/2016) . Setelah pertemuan pada hari itu, Tiongkok juga setuju untuk mengimplementasikan pembatasan ekonomi terbaru terhadap Korut.

Korut  telah menyatakan uji coba bom hidrogen dilakukan pada 6 Maret sebagai  bagian dari upaya pertahanan diri. “Uji H-Bom DPRK [Republik Demokratik Rakyat Korea] merupakan sebuah langkah pembelaan diri untuk mempertahankan perdamaian di Semenanjung Korea dan keamanan regional dari bahaya perang nuklir yang disebabkan oleh imperialis pimpinan  AS.Ini adalah hak yang sah dari negara yang berdaulat dan sebuah tindakan wajar ,” kata Kim beberapa hari setelah peluncuran tersebut.

Korut  juga telah menyatakan peluncuran roket sebagai bagian dari program luar angkasa untuk menempatkan satelit ke orbit.

 

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya