SOLOPOS.COM - Foto crane yang jatuh di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi. (Istimewa/Youtube)

Musibah di Masjidil Haram menyebabkan tujuh jemaah haji Indonesia meninggal.

Solopos.com, SOLO — Tragedi terjungkalnya crane di Masjidil Haram, Mekkah, Jumat (11/9/2015), telah membuat tujuh calon haji (calhaj) dari Indonesia meninggal. Data tersebut berdasarkan hasil kesaksian dengan melihat kondisi jenazah para korban calhaj asal Indonesia.

Promosi Strategi Telkom Jaga Jaringan Demi Layanan Telekomunikasi Prima

Data yang diterima Solopos.com dari Daerah Kerja (Daker) Mekkah, korban tewas tersebut antara lain tiga calhaj asal kelompok terbang (kloter) Jakarta-Bekasi (JKS), tiga calhaj asal kloter Medan (MES), dan satu calhaj asal kloter Padang (PDG).

Anggota Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) Jawa Tengah, Nur Shoib Banari, mengatakan dua jenazah calhaj yang ditemukan pertama kali sudah dimakamkan di Mekkah. Sedangkan lima jenazah calhaj yang baru ditemukan saat ini berada di Pemulasaraan Jenazah di Al-Mu’assyim, Mekkah.

Shoib mengatakan 30 calhaj yang terluka akibat peristiwa tersebut masih dirawat di RS Arab Saudi dan satu calhaj terluka dirawat di Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI). Sedangkan 10 calhaj yang sebelumnya dirawat telah dikembalikan ke pemondokan masing-masing.

“Saat ini kondisi di Masjidil Haram berangsur normal. Calhaj sudah kembali beraktivitas seperti biasa,” kata dia saat dihubungi Solopos.com melalui Facebook, Minggu (13/9/2015).

Shoib menggambarkan suasana di Mekkah saat ini kurang bersahabat. Hujan dengan intensitas rendah hingga tinggi masih terus mengguyur kota tersebut. Bahkan, dalam empat malam terakhir hujan terus menerus mengguyur dan disertai hujan es. Selain itu, badai pasir juga masih terus terjadi di Mekkah.

Kondisi ini membuat sebagian calhaj lebih memilih beribadah di pemondokan dan tidak pergi ke Masjidil Haram. Pihaknya juga mengimbau kepada seluruh calhaj untuk tidak memaksakan diri beribadah di Masjidil Haram.

“Aktivitas di Masjidil Haram masih tetap ramai, tetapi untuk calhaj dari Indonesia ada sebagian yang memilih untuk tetap di pemondokan,” ujar dia.

Tiga Calhaj

Kasubag Humas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Solo, Gentur Rachma Indriadi, menambahkan untuk calhaj asal Embarkasi Solo yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut ada tiga orang. Tiga calhaj itu adalah Umi Dalijah asal Bantul, DIY, Endang Kaswinarni asal Pemalang, dan Djumali Jamari asla Kabupaten Semarang.

Gentur mengatakan tiga calhaj tersebut hanya mengalami luka ringan. Saat ini ketiga calhaj itu sudah kembali ke pemondokan. “Setelah mendapat perawatan dari tim medis, ketiganya langsung dikembalikan ke pemondokan,” kata dia saat ditemui Solopos.com di Asrama Haji Donohudan, Minggu.

PPIH Embarkasi Solo, kata Gentur, mengimbau kepada seluruh calhaj yang akan diberangkatkan harus lebih mempersiapkan diri saat berada di Arab Saudi. Hal ini karena iklim di Arab Saudi tidak menentu dan sering terjadi badai pasir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya