SOLOPOS.COM - Kesibukan arus balik mudik Lebaran 2015 di Stasiun Senen, Jakarta, Minggu (26/7/2015). (Abdullah Azzam/JIBI/Bisnis)

Lebaran 2016 akan jadi pembuktian apakah upaya pemerintah menurunkan harga jelang hari raya bisa berhasil.

Solopos.com, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan kementerian terkait untuk mengantisipasi kenaikan harga barang-barang pokok jelang Idul Fitri atau Lebaran 2016 yang akan jatuh pada Juli mendatang. Presiden pun memberikan tantangan untuk membalikkan kebiasaan kenaikan harga tahun-tahun sebelumnya.

Promosi BRI Kembali Gelar Program Pemberdayaan Desa Melalui Program Desa BRILiaN 2024

Dalam sambutan rapat terbatas, Presiden menginginkan harga daging sapi bisa ditekan di kisaran Rp80.000 menjelang Lebaran 2016. Selain itu, dia menginginkan beras tidak mengalami kenaikan yang signifikan mengingat hari raya kali ini berdekatan dengan panen raya.

“Tahun ke tahun harga selalu naik, tahun ini bagaimana harga-harga turun,” katanya dalam pembukaan ratas, di kantor Staf Presiden, Selasa (26/4/2016).

Dia mengatakan ketersediaan dan stabilisasi harga bahan pokok dan bahan bakar minyak merupakan perhatian utama menjelang hari raya tahun ini. Selain itu, Kepala Negara menginstruksikan kementerian terkait untuk mengatasi masalah kemacetan dan akses angkutan lebaran yang memadai.

“Kami harapkan kemacetan yang jadi masalah klasik kita hilangkan,” ujarnya. Adapun, dia meminta mencari solusi untuk tidak terjadinya penumpukan antrian di gerbang tol saat masa mudik nanti.

“Dinegara-negara lain tidak ada pakai gerbang tol, langsung pakai aplikasi dengan sensorik yang tersambung dengan akun bank. Saya rasa model seperti itu bisa diterapkan,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya