SOLOPOS.COM - Uang Rupiah Emisi 2016. (JIBI/Antara)

Nilai tukar rupiah hari ini, Selasa (11/7/2017) dibuka dengan penguatan sebesar lima poin.

Solopos.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah di pasar spot dibuka menguat 5 poin atau 0,04% ke level Rp13.393 per dolar AS, Selasa (11/7/2017).

Promosi Kecerdasan Buatan Jadi Strategi BRI Humanisasi Layanan Perbankan Digital

Pergerakan nilai tukar rupiah sukses mencatatkan rebound pada perdagangan Senin (10/7/2017), mengakhiri pelemahan yang dialami tiga hari berturut-turut sebelumnya.

Rupiah ditutup menguat tipis 0,01% atau 1 poin ke Rp13.398 per dolar AS, setelah dibuka stagnan di posisi 13.399. Sepanjang perdagangan Senin, rupiah bergerak fluktuatif di kisaran Rp13.388 – Rp13.415 per dolar AS. Adapun pada perdagangan Jumat (7/7/2017), rupiah ditutup terdepresiasi 0,05% atau7 poin di posisi 13.399 per dolar AS, seiring penguatan dolar AS.

Indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama ditutup menguat 0,22% di posisi 96,008 pada perdagangan Jumat.

Pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) terpantau tetap solid pada perdagangan hari ini, menyusul laporan pertambahan pekerjaan di AS yang mengisyaratkan bahwa The Fed akan bertahan dengan rencana pengetatan kebijakan sepanjang sisa tahun ini.

Data Departemen Tenaga Kerja AS menunjukkan jumlah tenaga kerja meningkat sebanyak 222.000 bulan lalu. Angka ini melampaui ekspektasi kenaikan sebasar 179.000 dan menguatkan rencana Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga sekali lagi tahun ini.

“Laporan pekerjaan yang solid memberi kita lebih banyak alasan untuk mengharapkan The Fed akan mengumumkan bahwa mereka siap untuk mulai memangkas neraca keuangannya,” kata Mitsuo Imaizumi, kepala strategi valuta asing untuk Daiwa Securities, seperti dikutip dari Reuters.

Nilai tukar rupiah berhasil menguat terhadap dolar AS pada perdagangan hari ini di saat mata uang lainnya di Asia terpantau bergerak variatif.

Won Korea Selatan dan ringgit Malaysia memimpin penguatan kurs Asia hari ini masing-masing dengan 0,42% dan 0,1%. Adapun peso Filipina dan dolar Singapura memimpin depresiasi mata uang Asia masing-masing sebesar 0,38% dan 0,23%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya