SOLOPOS.COM - Pasukan bersenjata, Rabu (14/8/2013) menyerang kamp demonstrasi para pendukung presiden terguling Morsi di Kairo dan berbagai besar Mesir. Puluhan orang tewas di kairo, puluhan lainnya tewas di pelbagai kota Negeri Piramida itu. (JIBI/Solopos/Reuters/Amr Abdallah Dalsh)

Solopos.com, KAIRO — Pasukan bersenjata, Rabu (14/8/2013), menyerang dua kamp demonstran pendukung presiden Mesir terguling Mohamed Morsi di Kairo. Kendati belum bisa dipastikan jumlahnya, sejumlah sumber menyebutkan puluhan orang tewas dalam insiden itu.

Seperti diberitakan sebelumnya, para demonstran pro Morsi bertekad bertahan di kamp-kamp yang mereka bangun sebagai sarana aksi pendudukan dalam rangka mendesak dikembalikannya posisi Presiden Morsi yang terpilih dalam pemilu demokratis tahun lalu. Namun pemerintah bentukan militer yang mengudeta Morsi 3 Juli lalu mengultimatum pembubaran kamp-kamp demonstrasi itu paling lambat Senin (12/8/2013) lalu.

Promosi Strategi Telkom Jaga Jaringan Demi Layanan Telekomunikasi Prima

Setelah mengepung bundaran depan Masjid Rabaah Al Adawiyah di Kairo timur yang merupakan sentra aksi pendudukan, dan satu lokasi protes serupa di bundaran Al-Nahda, tengah ibu kota Mesir, pasukan keamanan bersenjata itu menjalankan rencana mereka, Rabu. Buldoser dikerahkan untuk mengobrak-abrik kamp, dan tatkala para pendukung Morsi melawan maka tabung gas air ditembakkan.

Pertempuran tak terhindarkan. Darah pun tumpah ke Bumi, menandai tewasnya puluhan warga Negeri Piramida itu. Semua korban yang tewas di Kairo berjenis kelamin laki-laki, banyak di antara mereka tewas akibat terkena tembakan peluru pasukan bersenjata suruhan pemerintah bentukan militer itu.

Kurang dari tiga jam setelah gas air mata menghantam tenda-tenda para pengunjuk rasa di kamp bundaran Rabaa Al Adawiya, Kairo timur, seorang koreponden Kantor Berita AFP yang dikutip Kantor Berita Antara menghitung setidaknya ada 43 mayat di satu kamar mayat yang dibangun oleh para dokter yang menangani satu rumah sakit lapangan dan merawat sejumlah korban cedera.

Berbeda dengan AFP, Kantor Berita Reuters mengungkapkan bentrok antara para pendukung Morsi dan pasukan bersenjata suruhan pemerintah militer terjadi di pelbagai kota secara nasional. Di Provinsi Minya 41 tewas, sedangkan di Iskandariyah 10 tewas, dan di Ismailiyah 15 tewas. Seorang reporter foto Reuters di Kairo turut tertembak kakinya saat meliput insiden itu.

Mengutip Kementerian Kesehatan setempat, Reuters mengabarkan jumlah korban tewas akibat serangan terhadap pendukung Morsi di Kairo dan bentrokan lain di berbagai pelosok Mesir mencapai 149 orang. Kantor berita resmi Mesir MENA juga mengutip seorang juru bicara kementerian mengatakan 1.403 orang terluka dalam bentrok itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya