SOLOPOS.COM - Batu akik pancawarna di The Miracle Gemstone Indonesia, Kamis (9/4/2015). (Reza Fitriyanto/JIBI/Solopos)

Konferensi Asia Afrika diadakan di Jakarta dan Bandung.

Solopos.com, BANDUNG – Pengrajin batu akik di Garut mulai memproses bongkahan batu akik jenis Pancawarna seberat 60 kg untuk dijadikan seratusan liontin sebagai suvenir pada Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 di Kota Bandung.

Promosi BRI Sambut Baik Keputusan OJK Hentikan Restrukturisasi Kredit Covid-19

“Batu akik Pancawarna ini sudah siap dibentuk untuk dijadikan suvenir bagi para kepala negara di KAA nanti,” kata pengrajin batu akik Rachmat Abdul di tempat pemotongan batu Koperasi Lasminingrat, Garut, Sabtu (11/4/2015).

Menurut Rachmat, pihaknya menyiapkan seratusan liontin yang akan dibagikan secara gratis untuk dibawa oleh orang nomor satu di negaranya masing-masing.

Ia menuturkan bongkahan batu akik tersebut akan menjadi suvenir yang cantik dan menarik perhatian bagi para kepala negara yang hadir dalam KAA.

“Kita sekarang sudah menyelesaikan beberapa buah liontin yang cantik, sisanya lima hari sebelum acara KAA sudah selesai,” kata dia.

Ia mengungkapkan batu akik Pancawarna dari Kecamatan Bungbulang, Garut, merupakan jenis batu nomor satu dengan kisaran harga Rp4 juta sampai Rp50 juta per buah.

Rachmat berharap suvenir batu akik khas Garut umumnya Indonesia itu dapat semakin terkenal ke seluruh belahan dunia.

“Batu akik ini kreativitas warga Garut yang ingin mengenalkan hasil bumi tanah Pasundan dan Indonesia kepada para kepala negara,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya