SOLOPOS.COM - Aktivitas di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Minggu (12/4/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Andika Wahyu)

Kisah unik ini terjadi di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar. Pesawat Singapore Airlines mendarat darurat karena kentut domba.

Solopos.com, DENPASAR — Kejadian unik muncul di Bandara I Gusti Ngurah Rai pekan lalu. Sebuah pesawat kargo milik Singapore Airlines terpaksa mendarat darurat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Senin (26/10/2015) lalu, hanya karena kentut domba.

Promosi Cuan saat Ramadan, BRI Bagikan Dividen Tunai Rp35,43 Triliun

Dalam laporan yang dipublikasikan di The Aviation Herald (www.avherald.com), pesawat tersebut terbang dari Adelaide, Australia, menuju Kuala Lumpur, Malaysia. Pesawat Boeing 747-400 dengan nomor registrasi 9V-SFI dan nomor penerbangan SQ-7108 itu memang mengangkut domba impor dari Australia. Jumlahnya tak main-main, yakni 2.186 ekor.

Saat dalam perjalanan, tepatnya di selatan Denpasar, kru pesawat mendapatkan tanda dari indikator asap di bagian kargo. Pilot pun segera menurunkan ketinggian pesawat dan mengalihkan rute ke Denpasar hingga mendarat 45 menit kemudian.

Incident: Singapore B744 near Denpasar on Oct 26th 2015, sheepish smoke indication [insiden: Singapore B744 dekat Denpasar 26 Oktober 2015, indikasi kentut domba,” demikian judul laporan itu.

Setelah dicek, petugas tak menemukan ada masalah di pesawat itu, termasuk tak ada bekas api, panas atau asap. Diduga, indikator asap menyala karena gas kentut dan kotoran domba yang diangkut pesawat itu.

Pesawat pun akhirnya berangkat kembali berangkat ke Kuala Lumpur setelah mendarat sekitar 2,5 jam dan tiba di Kuala Lumpur 2,5 jam kemudian dengan selamat.

Seorang juru bicara Singapore Airlines mengonfirmasi hal itu. “Pesawat mendarat [di Denpasar] pada pukul 17.11 waktu setempat. Berdasarkan pemeriksaan, tidak ada bukti adanya api atau asap yang ditemukan,” ujar juru bicara tersebut seperti dikutip Daily Mail, hari itu.

Namun, soal klaim bahwa kentut domba-domba tersebut sebagai penyebab pesawat mendarat darurat, pihak Singapore Airlines enggan berkomentar. “Itu tidak bisa dikonfirmasi,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya