SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solo (Espos)--Kepala Sekolah Dasar Negeri Ngoresan, Enie Jatmikaningtyastuti SPd mengaku selama SD N Ngoresan berdiri belum pernah mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) dari pemerintah.

Saat ditemui Espos di kantornya, Selasa (26/5), Enie mengatakan satu-satunya bantuan dana dari pemerintah adalah melalui program dekonstruksi pada 2006 silam. Menurutnya besar bantuan dekontruksi dari Pemerintah Provinsi itu senilai Rp 200 juta. Ia mengatakan, sejumlah bantuan dana itu dialokasikasikan untuk merenovasi secara total sebanyak dua kelas, renovasi tambal sulam sebanyak tiga kelas, serta pembelian mebel berupa meja dan kursi sebanyak dua kelas.

Promosi BI Rate Naik Jadi 6,25%, BRI Optimistis Pertahankan Likuiditas dan Kredit

“Sebanyak dua kelas terpaksa kita robohkan karena bangunannya tidak layak lagi untuk dilakukan tambal sulam sehingga kami harus membangun dua kelas itu dari awal lagi,” papar Enie.

Enie menambahkan, untuk bangunan kelas II dan III waktu itu memang bukan menjadi prioritas renovasi gedung. Menurutnya, pada saat pembangunan gedung dimulai yakni tahun 2006, kondisi kelas II dan III masih layak untuk digunakan sebagai tempat kegiatan belajar mengajar (KBM).

Sementara itu, Kepala Bidang SD dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Disdikpora, Joni hari Sumantri mengaku tidak bisa memberikan keterangan terkait pengajuan DAK dari Kepsek SD N Ngoresan, Enie Jatmikaningtyastuti SPd. Menurutnya, untuk pengajuan DAK yang bisa memberikan keterangan adalah Kepala Disdikpora, Drs H Amsori SH MPd.

Seperti diberitakan SOLOPOS, Selasa (26/5),dua dari enam kelas SD Negeri Ngoresan terancam roboh. Meskipun bahaya mengancam, sebanyak 99 siswa tetap menggunakan kelas itu untuk belajar. Mereka tetap belajar, meskipun dengan kondisi ruang kelas yang memprihatinkan.

m82

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya