SOLOPOS.COM - Janedri Mahili Gaffar (istimewa)

Solopos.com, JAKARTA--Setelah memeriksa beberapa hakim Mahkamah Konstitusi dalam kasus suap MK, kini Komisi Pemberantasan Korupsi giliran memeriksa Sekretaris Jenderal Mahkamah Konstitusi (MK) Janedri Mahili Gaffar sebagai saksi dalam kasus dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) terkait penanganan sengketa pemilu di MK dengan tersangka Akil Mochtar.

Janedri sendiri mengaku tidak mengetahui perihal apa yang akan ditanyakan penyidik KPK, kepada dirinya dalam pemeriksaan tersebut. Dirinya hanya mengetahui diperiksa sebagai saksi dalam kasus TPPU yang menjerat Akil.

Promosi Jelang Lebaran, BRI Imbau Nasabah Tetap Waspada Modus Penipuan Online

“Saya akan dimintai keterangan terkait TPPU AM,” kata Janedri, Senin (20/1/2014).

Dirinya mengatakan akan menjelaskannya setelah pemeriksaan hari ini selesai. Selain Janedri, KPK hari ini juga memanggil  Sekretaris Akil sekaligus pegawai MK Yuana Sisilia dan seorang anggota Polri Indah Agustin.

KPK sebelumnya telah menetapkan Akil sebagai tersangka dalam tiga kasus sekaligus, yaitu dugaan penerimaan suap terkait sengketa Pilkada Lebak dan Gunung Mas, penerimaan gratifikasi terkait perkara di MK, serta karena tindak pidana pencucian uang.

KPK juga sudah memblokir rekening Akil dan keluarganya, juga menyita puluhan mobil dan motor yang diduga terkait dengan kasus yang tengah ditangani KPK itu.

Dalam kasus suap MK, KPK telah menetapkan sebanyak enam orang tersangka. Yaitu, dalam kasus suap pilkada Gunung Mas yakni AM (Akil Muchtar) yang merupakan ketua MK, dan CHN (Chairunnisa)  anggota DPR dari Fraksi Golkar. Keduanya, diduga sebagai penerima dan melanggar pasal 12c UU Tipikor juncto pasal 55 ke 1 KUHP.

Sedangkan HB (Hambit Bintih) yang merupakan Kepala Daerah dan CN (Cornelis Nalau) pengusaha swasta, selaku pemberi dan melanggar pasal 6 ayat 1 huruf A UU Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Barang bukti yang disita dalam kasus itu yakni uang tunai senilai US$22.000 dan 284.050 dollar Singapura.

Sementara itu, dalam kasus suap pilkada Banten ditetapkan sebagai tersangka yakni STA (Susi Tut Andayani) dan AM (Akil Muchtar) selaku penerima suap, diduga melanggar pasal 12C UU Tipikor Juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP, atau pasal 6 ayat 2 juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Tersangka lainnya, yakni TCW (Tb Chaeri Wardhana) merupakan pemberi suap dan diduga melanggar pasal 6 ayat 1 huruf A UU Tipikor juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

Adapun barang bukti yang disita yakni uang senilai Rp1 miliar. Uang tersebut berupa pecahan seratus ribu rupiah, dan lima puluh ribu rupiah, yang disita di Lebak Banten.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya