SOLOPOS.COM - Presiden keenam Indonesia yang juga Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bersama istrinya, Ani Yudhoyono, berjalan menuju peristirahatan mereka di Hotel Kayu Arum, Kota Salatiga, Senin (14/3/2016). SBY hadir ke Salatiga untuk menjalani rangkaian acara SBY Tour de Java. (Imam Yuda Saputra/JIBI/Semarangpos.com/dok)

Kasus Hambalang membuat proyek Hambalang terhenti. Polemik SBY vs Jokowi akhirnya mendorong Ketum Demokrat itu kembali berkicau.

Solopos.com, JAKARTA — Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya buka suara soal isu SBY vs Jokowi yang menjadi sorotan sejak Tour De Java dan kunjungan Presiden Jokowi ke Hambalang pekan lalu. Dalam kicauannya, SBY menyebut nama “Jokowi” hingga lima kali.

Promosi Usaha Endog Lewo Garut Sukses Dongkrak Produksi Berkat BRI KlasterkuHidupku

SBY menyebut ada pihak yang tidak senang dengan safari politiknya itu. “Sejumlah pihak tak senang dgn “SBY Tour de Java” , bahkan katanya safari tsb dihancurkan Presiden Jokowi yg datang ke Hambalang,” kata SBY membuka kicauannya di akun Twitter, Senin (21/3/2016) malam.

Kunjungan Jokowi ke Hambalang membuka kembali ingatan publik soal mangkraknya proyek tersebut menyusul rangkaian kasus korupsi Hambalang. SBY menyebut keputusannya menghentikan proyek itu karena DPR dan KPK.

“Alasan terhentinya pembangunan proyek Hambalang (Pak Jokowi bilang”mangkrak”) sangat jelas & bisa dipertanggungjawabkan. Menpora Roy Suryo [waktu itu] berencana melanjutkan pembangunan Hambalang, tetapi anggaran “ditahan” DPR & KPK tak izinkan,” kicanya.

SBY juga menanggapi rencana pemerintah untuk melanjutkan kembali proyek Hambalang. Dia menyatakan mendukung, namun kembali menyebut apa yang dulu dilakukannya.

“Jika Pak Jokowi ingin lanjutkan proyek Hambalang, saya senang & dukung penuh. Dulu saya juga tuntaskan banyak proyek yg belum selesai.” Tak ada penjelasan detail soal “proyek yang belum selesai” itu.

Lebih jauh, SBY membantah opini yang menyebutkan safari Tour de Java yang dilakukannya telah hancur dengan kunjungan Jokowi ke Hambalang. “Saya tak percaya. Mengapa saya bertemu kader & rakyat mau dihancurkan?”

“Aspirasi rakyat (yg muncul dlm Tour de Java SBY) bukan utk dihancurkan, justru harus didengar. Bukankah pemimpin mesti mendengar?” lanjutnya. Baca juga: Istana Bantah Kunjungan Jokowi di Hambalang untuk Balas SBY.

Menurut SBY, tak ada yang berhak mencampuri upaya menjaring aspirasi kader Demokrat selama Tour De Java itu dan menyebutnya sebagai kedaulatan partai. “Kenapa harus kebakaran jenggot? Lagi pula tak ada hukum yg dilanggar.”

Terakhir, SBY secara khusus menyampaikan pesan kepada Presiden Jokowi. “Pak Jokowi, teruslah emban amanah & bekerja hingga tahun 2019. Jangan mau kita diprovokasi & diadu domba. Semoga sukses.” Baca juga: Bandingkan SBY-Jokowi, Roy Suryo Sebut Proyek Kereta Cepat “Kecebong”.

Sebelumnya, Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi mengatakan rencana kunjungan Presiden Jokowi ke Hambalang telah digagas jauh sebelum adanya Tour De Java, safari politik yang dilakukan Partai Demokrat sejak 8 Maret lalu. Dia mengatakan kunjungan ke Hambalang dilakukan Presiden sebagai bagian dari akselerasi pembangunan infrastruktur yang tengah digenjot dan upaya menyelamatkan aset negara.

“Tolong jangan dikaitkan apa yang dilakukan Presiden di Hambalang sebagai bagian dari mengomentari kritik. Bahwa ada yang memberi masukan, yang kebetulan adalah mantan Presiden tentu baik-baik saja sepanjang kritik atau masukan itu bisa digunakan untuk melaksanakan pemerintahan yang lebih baik,” kata Johan Budi di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya