SOLOPOS.COM - Petugas melansir material menggunakan forklift di Stasiun MRT Senayan, Jakarta, Senin (14/8/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Puspa Perwitasari)

Kadin Indonesia mengkritik BUMN yang dinilai terlalu dominan dalam menggarap proyek besar.

Solopos.com, JAKARTA — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia meminta agar peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak mendominasi pihak swasta dalam beberapa proyek.

Promosi BI Rate Naik, BRI Tetap Optimistis Penyaluran Kredit Tumbuh Double Digit

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan Roeslani mengatakan selama ini peran BUMN terlalu mendominasi dan mengambil peran swasta. Pernyataan tersebut disampaikan dihadapan Presiden Joko Wododo (Jokowi) yang hadir dalam penutupan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kadin Indonesia 2017.

“Swasta harus diberikan kesempatan. Namun bila pengusaha nasional tidak mampu menggarap, maka bisa diserahkan kepada BUMN,” kata Rosan, Selasa (3/10/2017).

Dia menambahkan saat ini peran BUMN telah mendominasi dengan jumlah 118 perusahaan belum termasuk anak usaha yang sekitar 800 perusahaan. Banyak proyek kecil yang juga digaral oleh anak perusahaan BUMN.

Rosan mengharapkan BUMN bisa kembali pada inti atau bidang bisnisnya. Kendati demikian, pihaknya mengapresiasi langkah pemerintah soal sekuritisasi aset BUMN.

Dia berpendapat langkah tersebut perlu diperlebar dengan menjual aset BUMN, terutama bidang infrastruktur yang sudah dibangun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya