SOLOPOS.COM - Kabut asap pekat menyelimuti Kota Palembang, Sumsel. Rabu (30/9/2015). (JIBI/Solopos/Antara/Nova Wahyudi)

Kabuat asap belum terkendali dan memicu berbagai aksi protes, mulai dari salat jenazah hingga di dunia maya.

Solopos.com, PEKANBARU — Berbagai bentuk aksi protes yang dilakukan warga Riau terhadap pemerintah, termasuk yang paling unik yaitu melakukan salat jenazah.

Promosi Siasat BRI Hadapi Ketidakpastian Ekonomi dan Geopolitik Global

Seratusan aktivis dari Gerakan Mahasiswa Rantau Riau (Gempar) kembali mendatangi Kantor Gubernur Riau, Kamis (8/10/2015). Mereka melakukan salat jenazah, menganggap kinerja pemerintah sudah mati. “Pemerintah sudah tidak becus dalam menangani kabut asap,” kata Rio, koordinator lapangan.

Mereka juga menggelar demo di depan Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejakti) Riau. Massa mendesak Kejaksaan mengusut kasus korupsi yang diduga dilakukan oleh Plt. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman.

Sebelumnya, sekolompok mahasiswa juga melakukan aksi protes dengan menggelar aksi demo menggunakan kostum hantu. Ada yang seperti pocong, kuntilanak dan lainnya. Ada juga massa yang menggunakan kostum superhero, seperti Ironman, Spiderman, dan lainnya.

Tidak hanya itu, aksi protes unik lainnya juga dilakukan oleh pengguna media sosial (medsos) seperti Blackbery Messenger, Facebook, Twitter dan Instagram. Pengguna akun beramai-ramai memposting seorang bocah yang memegang kertas. Dalam kertas itu tertulis “Pak Presiden, kalau tidak sanggup hilangkan asap, kasih kami duit untuk ke dokter #saveasapriau”.

Namun, Plt. Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rachman mngatakan bahwa pihaknya telah berupaya semaksimal mungkin mengusir kabut asap dengan meminimalisir kebakaran hutan dan lahan dan memadamkan api. “Kabut ini berasal dari provinsi tetangga, yaitu Jambi dan Sumatra Selatan. Karena titik api paling banyak ditemukan di provinsi itu,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya