SOLOPOS.COM - Warga berjalan di atas bangunan ruko yang runtuh akibat gempa 6.5 SR, di Meuredu, Pidie Jaya, Aceh, Rabu (7/12/2016). (JIBI/Solopos/Antara/Irwansyah Putra)

Tak ada yang menyangka, gempa di Pidie Jaya, Aceh, memupus harapan pasangan calon suami istri untuk menikah hari ini.

Solopos.com, PIDIE JAYA — Gempa tektonik berkekuatan 6,5 skala Richter akhirnya memupus harapan pasangan calon pengantin yang seharusnya duduk di pelaminan pada Kamis (8/12/2016) ini. Sang calon pengantin pria menjadi korban meninggal tertimpa reruntuhan rumah toko yang menjadi tempat usahanya di Jl. Iskandar Muda.

Promosi BI Rate Naik, BRI Tetap Optimistis Penyaluran Kredit Tumbuh Double Digit

Ruko itu menjadi tempat mencari nafkah korban bersama keluarganya dari Padang, Sumatera Barat. “Benar seharusnya sepupu saya, Yusra Fitriani menikah hari ini di Gampong Beunot, Kecamatan Merdu, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh,” kata sepupu dari mempelai wanita, Ayub, di Merdu, Kabupaten Pidie Jaya, Kamis.

Ia mengaku bekerja di Makassar, Sulawesi Selatan, dan sengaja datang ke kampung halamannya itu. Tujuan kepulangannya tidak lain untuk menghadiri pesta pernikahan tersebut. Namun, sehari menjelang pesta bersejarah itu, calon mempelai pria menjadi korban di toko tempat usahanya selama ini yang roboh.

Aparat TNI dan Polri bersama masyarakat sampai Kamis malam masih terus menggali sisa-sisa reruntuhan untuk mencari korban yang diduga masih terjebak. “Tapi ini musibah yang harus diterima oleh keluarga,” kata Ayub lagi.

“Informasinya, dari 28 korban yang ditemukan di areal kompleks ruko itu pada Rabu [7/12/2016] kemarin merupakan keluarga dari mempelai pria yang berasal dari Padang,” kata Jamil, pelayan warung kopi yang bersebelahan dengan ruko yang ambruk itu.

Muslim, yang mertuanya tinggal di kampung mempelai perempuan itu, mengaku mertuanya hari ini mendapatkan undangan adanya pesta pernikahan itu. “Tapi bagaimana lagi, musibah sudah terjadi,” kata pria beranak dua itu.

Gempa terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Rabu pagi pukul 05.03 WIB dengan kekuatan 6,5 SR. Gempa di Pidie itu terjadi di titik koordinat 5,25 derajat LU dan 96,24 derajat BT, dengan pusat gempa terjadi di daratan pada jarak 106 km arah tenggara Kota Banda Aceh pada kedalaman 15 km. Gempa Pidie menimbulkan korban jiwa serta kerusakan infrastruktur jalan dan rumah.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya