SOLOPOS.COM - Ilustrasi (Dok/JIBI/Bisnis)

IHSG anjlok dan pelemahan rupiah diklaim pemerintah bukan indikator bahwa Indonesia sedang dalam krisis.

Solopos.com, JAKARTA — Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro memastikan Indonesia tidak dalam kondisi krisis kendati indeks harga saham gabungan (IHSG) anjlok ke level sekitar 4.200 dan nilai tukar rupiah menembus Rp14.000/dolar AS.

Promosi Kirana Plus, Asuransi Proteksi Jiwa Inovasi Layanan Terbaru BRI dan BRI Life

Bambang Brodjonegoro menuturkan di tengah gejolak pasar keuangan, pemerintah bersama Bank Indonesia tetap menjaga pasar surat berharga negara (SBN). Pasar obligasi negara yang stabil disebut dapat ikut memperkuat nilai tukar rupiah.

“Pokoknya tidak ada yang menyatakan bahwa sekarang ini krisis. Itu saya tekankan. Semua masih dalam kendali yang baik di tangan pemerintah dan otoritas lainnya,” tegas Bambang Brodjonegoro di Kompleks Istana Kepresidenan, Rabu (26/8/2015).

Menurutnya, depresiasi atau pelemahan rupiah ke level Rp14.000/dolar AS bukan hanya soal besaran absolut nilai tukar. Pemerintah, lanjutnya, akan terus memastikan bahwa terjadi arus modal masuk (inflow) dari investor asing ke pasar keuangan Indonesia.

“Kita jaga terus. Kita enggak boleh dong negara kolaps. Kita akan jaga supaya kita kuat dan saya yakin kita udah punya pengalaman, punya fundamental yang kuat,” ungkapnya.

Fundamental yang dimaksud Bambang Brodjonegoro antara lain dilihat dari indikator inflasi yang rendah, defisit transaksi berjalan yang turun, dan pertumbuhan yang diklaim masih relatif bagus dibandingkan negara lain. “Jadi kalau saya lihat kita punya fundamental yang kuat untuk bisa melewati masa-masa sulit ini,” pungkasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya