SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Pontianak– Pertemuan antara anggota DPRD Kota Pontianak dan ratusan ibu rumah tangga di ruang rapat dewan Kota Pontianak, Kalimantan Barat berakhir ricuh karena dialog yang berjalan satu jam itu tidak ada kata sepakat.

Dari pantauan, Rabu, ibu rumah tangga mendatangi Gedung DPRD Kota Pontianak Jalan Syarif Abdurrahman mulai pukul 09:30 WIB guna menuntut para wakil rakyat itu agar menyampaikan aspirasi mereka untuk menolak dihapuskannya subsidi minyak tanah oleh pemerintah.

Promosi Strategi Telkom Jaga Jaringan Demi Layanan Telekomunikasi Prima

Setelah setengah jam berada di luar gedung, perwakilan ibu-ibu dari Kabupaten Pontianak, Kubu Raya dan Kota Pontianak itu akhirnya diterima berdialog di ruang rapat utama DPRD Kota Pontianak.

Pada saat bersamaan Ketua DPRD Kota Pontianak Hartono Azas mengambil kebijakan dengan mengundang pihak Pertamina Retail Pertamina Rayon VII Kalbar dengan maksud agar aspirasi masyarakat bisa didengar dan bisa diambil kebijakan lain.

Ternyata maksud baik itu, dinilai tidak tepat oleh perwakilan ibu rumah tangga tersebut, dengan meminta pihak pertamina keluar dari ruang pertemuan. Permintaan itu dikabulkan setelah terjadi perdebatan panjang baik antara ibu-ibu maupun anggota DPRD yang menghadiri pertemuan itu.

Setelah itu, pertemuan dilanjutkan dengan penyampaian aspirasi dari perwakilan ibu-ibu rumah tangga yang dipimpin Ketua DPRD Kota Pontianak Hartono Azas.

Setelah hampir 40 menit mendengar aspirasi itu, Hartono Azas mengatakan, sebagai wakil rakyat pihaknya akan menyampaikan aspirasi itu. “Kami hanya bisa menyampaikan aspirasi masyarakat ke Pertamina dan tidak bisa memutuskan seperti yang diminta masyarakat,” katanya.

Mendengar jawaban itu, salah seorang perwakilan masyarakat, Mulyadi mengaku tidak puas sehingga meminta dewan memberikan jawaban yang pasti apakah bisa menyampaikan aspirasi mereka atau tidak. “Kalau aspirasi kami hanya ditampung saja lebih baik kami demo ke Pertamina Kalbar saja,” katanya.

Tanggapan itu dijawab oleh Ketua Komisi A DPRD Kota Pontianak Ardiansyah. Anggota dewan dari Fraksi Demokrat itu menyatakan dalam waktu dekat akan memanggil Pertamina Kalbar untuk mengetahui secara pasti permasalahan kenapa subsidi minyak tanah harus ditarik kalau belum semua warga menikmati gas subsidi.

Ardiansyah belum selesai berbicara, namun dipotong oleh Wakil Ketua DPRD Kota Pontianak Heri Mustamin dari Partai Golongan Karya.

“Interupsi ketua, kalau aspirasi masyarakat sudah ditampung sebaiknya pertemuan ditutup sesuai mekanisme yang ada agar tidak ngelantur,” katanya.

Mendengar itu, Ardiansyah menjadi emosi karena pembicaraannya dipotong, ia lantas menghentakkan tangannya di atas meja. Aksi itu  memicu kericuhan antaranggota DPRD.

Kericuhan sempat terjadi sekira 10 menit dengan adu pendapat dari mereka yang tidak puas.

Sementara itu, perwakilan warga, Mulyadi mengakui merasa tidak puas dengan pertemuan itu, karena belum ada keputusan, wakil rakyat sudah beradu mulut. “Ini wakil rakyat apa tempat preman,” ujarnya.

ant/isw

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya