SOLOPOS.COM - Ilustrasi emas batangan (Dok/JIBI/SOLOPOS)

Ilustrasi emas batangan (Dok/JIBI/SOLOPOS)

SOLO—Kendati harga emas terus mengalami penurunan sepekan terakhir, tetapi penjualan emas baik di Pegadaian maupun toko emas di Kota Solo sepi.

Promosi Cerita Penjual Ayam Kampung di Pati Terbantu Kredit Cepat dari Agen BRILink

Menurut Pengelola Galeri24 Pegadaian Cokronegaran, Agus Handayanto, begitulah karakter investor emas di Kota Solo.

“Saat harga turun, justru investor enggan membeli emas. Ada sisi emosional yang keliru di masyarakat Solo. Semestinya, saat harga emas itu turun itulah saatnya membeli emas,” kata Agus, saat ditemui Solopos.com, di ruang kerjanya, Senin (22/4/2013).

Tapi, justru kebalikannya. Di Solo, masyarakat akan banyak memburu emas saat harga emas beranjak naik.

Dari informasi yang dihimpun Espos, Senin siang harga emas Aneka Tambang (Antam) kembali mengalami penurunan Rp10.000 per gram. Jika pekan lalu ditutup diharga Rp541.000 per gram, Senin kemarin turun jadi Rp531.000 per gram. Atau, sepanjang periode Februari-April ini harga emas sudah turun Rp60.000 per gram.

Di sisi lain Agus juga berpendapat, turunnya harga emas kali ini dipicu oleh melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar. Yang secara tidak langsung telah menurunkan daya beli masyarakat. Sehingga saat harga emas turunpun tidak serta merta mendorong masyarakat memborong emas.

Dia mengatakan, stok emas batangan Antam yang biasanya 1 kilogram bisa habis dalam kurun sepekan, untuk bulan ini justru baru terjual sekitar 300 gram hingga 600 gram.

“Semestinya inilah saatnya beli emas. Karena, berdasar tren pengalaman tiga tahun terakhir, mulai Agustus-September harga emas akan kembali merangkak naik. Dan saya tetap optimistis sampai akhir tahun nanti harga emas tetap akan mengalami kenaikan harga.”

Sepanjang tahun ini, Pegadaian Cokronegaran menargetkan penjualan emas batangan Antam mencapai 24 kilogram. “Dan saat ini sudah terealisasi sekitar 6 kilogram.”

Sementara itu, Pemilik Toko Emas Nogososro Pasar Legi, Bhayu Murti, juga menyampaikan penurunan harga emas kali ini pasar justru sepi. Harga yang dipakai patokan di toko emas juga masih harga lama, karena banyak pemilik emas yang juga cenderung menahan barangnya. “Emas perhiasan dengan kadar 40% masih berkisar Rp240.000 hingga Rp250.000 per gram.”

Saat disinggung kapan toko emas akan menyesuaikan harga, Bhayu menyampaikan paling tidak pihaknya menunggu perkembangan dan gejolak harga hingga sebulan ke depan.

“Sampai harga stabil.” Bhayu menegaskan bahwa naik turunnya harga emas internasional tidak banyak berpengaruh terhadap penjualan emas perhiasan. Emas perhiasan lebih banyak dipengaruhi kebutuhan misalnya saat musim pernikahan maka permintaan akan tinggi. Sebaliknya, pada bulan Juni-Juli saat pergantian tahun ajaran permintaan akan turun.

Branch Manager BNI Syariah, Georgie Syaffei, juga menyampaikan meskipun harga emas turun tapi tidak terlihat adanya lonjakan permintaan dana talangan emas. Karena, dari aturan Bank Indonesia, maksimal dana talangan emas yang diberikan bank kepada investor adalah Rp150 juta. Pihaknya menargetkan tahun ini pihaknya bisa menyalurkan pembiayaan emas hingga mencapai nilai Rp7 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya