SOLOPOS.COM - Kondisi tenda haji Maktab 8 dan Maktab 8 setelah diterpa angin. (JIBI/Detik)

Haji 2015 diwarnai dengan insiden robohnya tenda di Arafah. Pemerintah Indonesia pun meminta Saudi membangun tenda permanen.

Solopos.com, ARAFAH – Beberapa tenda jemaah calon haji Indonesia di Arafah roboh akibat diterpa angin kencang. Beberapa bahkan roboh untuk kedua kalinya setelah dilakukan perbaikan. Menteri Agama menegaskan pihaknya akan segera meminta Pemerintah Arab Saudi untuk bisa membangun tenda permanen di Arafah dengan kualitas minimal seperti di Mina.

Promosi Beri Dampak Nyata, Holding UMi Tingkatkan Inklusi & Literasi Keuangan Nasional

“Seusai musim haji, Pemerintah akan secara resmi menyampaikan ke Pemerintah Saudi bagaimana di Arafah berbagai fasilitas bisa ditingkatkan agar lebih memadai dalam menerima tamu Allah. Tenda yang kita diami kualitasnya tidak sebaik tenda di Mina. Padahal, jika Saudi punya keinginan kuat, mengadakan tenda yang lebih baik dari Mina bukan hal sulit,” tegas Menag saat memberikan sambutan pada proses wukuf di masjid tenda Misi Haji Indonesia, Arafah, Rabu (23/9/2015).

Menurut Menag, angin menerpa tenda jemaah calon haji yang roboh sejatinya tidak sekeras angin yang merobohkan crane di Masjidil Haram. Meski demikian, angina tersebut merobohkan tenda jemaah calon haji Indonesia. Maka menurut Menag tidak bisa dibayangkan jika di Arafah terjadi tiupan angin yang sangat kencang dan menerpa tenda jemaah calon haji asal Indonesia.

“Bagaimana agar Arafah memiliki tenda permanen dengan fasilitas memadai, mestinya bisa segera diwujudkan. Pemerintah Indonesia mendukung penuh Pemerintah Saudi untuk merealisasikan hal itu,” kata Menag sebagaimana dikutip Solopos.com dari laman Kemenag.go.id.

Angin kencang yang bertiup di Arafah merobohkan beberapa tenda di Maktab 8 yang ditempati jemaah calon haji kloter 12 Embarkasi Jakarta – Pondok Gede (JKG 8). Menag Lukman Hakim Saifuddin yang mendapat laporan ketika masih dalam perjalanan dari Daker Makkah menuju Arafah, memilih untuk langsung meninjau tempat kejadian. Menag mengaku ingin memastikan jemaah calon haji bisa segera dipindahkan di tempat yang baru sehingga bisa segera makan dan istirahat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya