News
Minggu, 7 April 2024 - 14:38 WIB

Haedar Nashir Yakin Idulfitri Muhammadiyah-Pemerintah Sama, 10 April 2024

Newswire  /  Chelin Indra Sushmita  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi amalan sunnah saat Idulfitri. (Freepik.com)

Solopos.com, SOLO — Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir memperkirakan hari raya Idulfitri 2024 atau 1 Syawal 1445 Hijriah bakal berlangsung bersamaan antara pemerintah dan Muhammadiyah.

“Insyaallah Muhammadiyah akan merayakan Idulfitri pada 10 April 2024. Tampaknya Idulfitri akan sama antara pemerintah dan Muhammadiyah,” kata Haedar di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Sabtu (6/4/2024).

Advertisement

Dia berharap kemungkinan itu tidak membuat masyarakat bingung, mengingat awal Ramadan Muhammadiyah dan pemerintah tahun ini berbeda.

“Ramadan-nya beda tapi Idulfitri-nya sama karena ada perbedaan cara penetapan,” jelas Haedar sebagaimana dilansir Antara.

Advertisement

“Ramadan-nya beda tapi Idulfitri-nya sama karena ada perbedaan cara penetapan,” jelas Haedar sebagaimana dilansir Antara.

Terlepas sama maupun beda, Haedar meyakini seluruh lapisan masyarakat mampu menjaga toleransi.

“Sama maupun berbeda insyaallah kita sudah masuk pada fase saling memahami dan toleransi,” ujar dia.

Advertisement

Menurut dia, KHGT diharapkan tidak hanya berlaku untuk Indonesia saja, melainkan untuk umat Islam di seluruh dunia sehingga perbedaan itu tidak terus berulang.

“Sehingga nanti satu tanggal baru itu berlaku untuk di semua negara. Seperti kalender Masehi yang tidak ada perbedaan,” kata dia.

Apabila masih terus menggunakan kalender sesuai dengan negara masing-masing, Muhammadiyah memandang perbedaan dalam menentukan waktu-waktu penting umat Islam kemungkinan besar bakal terus terjadi.

Advertisement

Dalam kesempatan itu, Haedar berharap praktik ibadah selama Ramadan mampu menumbuhkan sikap masyarakat dalam menghormati perbedaan.

Puasa Ramadan, menurut dia, sejatinya bukan sekadar mengubah waktu makan, namun juga meningkatkan ketakwaan dan kesalehan umat Muslim.

“Kesalehan dalam pandangan Muhammadiyah tidak hanya berlaku pada pribadi atau individu, tetapi juga pada keluarga, sosial-masyarakat, bahkan sampai pada kesalehan bernegara dan antarbangsa,” kata dia.

Advertisement

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif