SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solo–Jumlah guru yang berminat menulis buku sejauh ini diketahui masih sangat minim. Dari 2,5 juta guru di seluruh Indonesia, baru sekitar 0,5% di antaranya yang bersedia menulis.

Kasubbid Pengembangan Naskah Bidang Pengendalian Mutu dan Pengembangan Naskah Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Nasional, Vera Ginting, mengaku cukup prihatin dengan kondisi tersebut. Dia mengatakan menulis memerlukan kemampuan tersendiri. Sementara para guru kurang kuat motivasinya untuk menulis.

Promosi BRI Catat Setoran Tunai ATM Meningkat 24,5% Selama Libur Lebaran 2024

“Mereka mungkin ingin dan punya banyak ide kreatif. Tapi untuk menulis memang sulit jika tak berkemauan kuat,” terangnya seusai sosialisasi bantuan sosial bagi calon penulis buku di Gedung Organisasi Wanita Surakarta, Selasa (28/9).

Dikemukakan, salah satu cara menumbuhkan kemampuan menulis, pusat perbukuan menggelar berbagai sayembara dan lomba baik itu buku teks pelajaran ataupun buku pengayaan. Seperti yang dilakukan tim Pusat Perbukuan Kemdiknas,Selasa,
pihaknya mengadakan sosialisasi bantuan sosial bagi calon penulis buku.

Bantuan diberikan kepada calon penulis yang telah mengikuti sayembara penulisan naskah buku pengayaan tahun 2009 dan buku teks pelajaran yang belum lolos penilaian. Sebanyak 80 guru dan dosen mengikuti kegiatan itu. Bantuan diberikan dengan nominal Rp 4 juta untuk calon penulis teks buku pelajaran dan Rp 2 juta bagi calon penulis buku pengayaan, dengan sejumlah persyaratan.

m90

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya