SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Jakarta–Jika diberi kesempatan mencoret-coret lagi, Pong Hardiatmo hanya akan menuliskan satu kata di depan kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak. Kata itu adalah ‘JUJUR’.

“Jujur saja soalnya yang ada hubungannya dengan uang pasti larinya ke kejujuran. Di sini Dirjennya sama Gayus saja kalah populer,” ujarnya saat ditemui di Kantor Ditjen Pajak, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (2/9) malam.

Promosi BRI Group Buka Pendaftaran Mudik Asyik Bersama BUMN 2024 untuk 6.441 Orang

Pong menilai kinerja Ditjen Pajak masih belum masuk akal karena terlalu lambat dan kurang tegas dalam memberikan sanksi terhadap penduduk yang belum menyerahkan SPT.

“Pelayanannya agak tidak masuk akal, dari wakil rakyat saja untuk melaporkan pendapatan saja lelet. Ini sudah hampir setahun belum. Waktu tuh untuk lapor pendapatan. Kamu saya kasih setahun, kalau tidak lapor sekali, dua kali tidak lapor, diapain kek,” tegasnya.

Ditjen Pajak, lanjutnya tidak hanya perlu meningkatkan pelayanan, melainkan juga ‘menjemput bola’ alias mendatangi langsung para wajib pajak dan penunggak pajak.

“Jadi jangan hanya melayani tapi harus proaktif, jemput bola karena belum dihitung pajaknya, baru diminta melaporkan hasil pendapatan kayaknya belum beres semua. Belum lagi yang saya dengar Pak Aburizal Bakrie nunggak berapa, jangan hanya meleyani dengan baik, harus dikejar tuh, dijemput,” ujarnya.

Pong menilai masyarakat Indonesia sekarang sudah tidak seperti dulu yang ketika diperintah akan menurut saja.

“Jadi pajak juga begitu, kalau tingkatkan pelayanan tidak mungkin, karena kesadaran dan disiplin bagus kita sudah tidak kayak dulu lagi, tidak kayak orang desa yang nurut manut. Jadi harus jemput bola,” tegasnya.

Pong mengakui para artis sudah dijamin membayar pajak. Pasalnya, setiap penandatanganan kontrak maka sudah terpotong pajak. Permasalahannya, lanjut Pong, adalah apakah produser telah menyetorkan pajak para artis tersebut.

“Kalau artis tidak usah dipikirin, dia teken kontrak dah langsung potong pajak, jadi tidak masalah. Tinggal produser, dia nyetorin tidak pajak itu,” tandasnya.

dtc/ tiw

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya