SOLOPOS.COM - Foto dua anak kecil saling berpelukan di Desa Can Ty, Provinsi Ha Giang, Vietnam (BBC.com)

Gempa Nepal mengakibatkan sebagian besar warga di sana kehilangan tempat tinggalnya.

Solopos.com, NEPAL — Tak lama setelah terjadi gempa dahsyat di Nepal dengan kekuatan 7,9 skala richter, pada Sabtu (25/4/2015) lalu, merebak foto dua anak kecil berpakaian lusuh dan berpelukan. Terkait dengan foto tersebut, muncul anggapan dua anak malang tersebut korban bencana gempa Nepal.

Promosi BRI Dipercaya Sediakan Banknotes untuk Living Cost Jemaah Haji 2024

Foto dua anak tersebut sempat membuat sebagian pengakses Internet atau netizen heboh, lantaran tertera keterangan “Adik dua tahun dilindungi saudara empat tahun di Nepal’. Tak sekadar caption gambar, ada aksi penarikan dana sumbangan yang diatasnamakan untuk korban gempa Nepal.

Usut punya usut, foto tersebut bukan foto korban gempa Nepal, melainkan foto anak kecil di Desa Can Ty, sebuah desa terpencil di Provinsi Ha Giang, Vietnam.

Kebenaran tentang foto tersebut diungkapkan fotografer Vietnam, Na Son Nguyen. Menurutnya, foto itu ia ambil sekitar Oktober 2007.

“Saya mengambil gambar ini pada bulan Oktober 2007 di Can Ty, sebuah desa terpencil di provinsi Ha Giang,” ujar Na Son Nguyen sebagaimana dilansir BBC, Senin (4/5/2015).

Nguyen mengisahkan, ketika itu ia tertarik membidikkan kameranya kepada dua anak yang sedang bermain di depan rumahnya, saat orang tua mereka bekerja.

“Saya sedang lewat desa tetapi berhenti karena melihat dua anak Hmong bermain di depan rumah mereka sementara orang tua mereka pergi bekerja di lapangan,” kata Na Son.

Menurut Nguyen, gadis kecil itu berusia dua tahun, sementara anak kecil yang memeluk gadis kecil berusia sekitar tiga tahun.

“Gadis kecil, mungkin berusia dua tahun, menangis di hadapan orang asing sehingga anak, yang kira-kira berusia tiga tahun atau lebih itu memeluk adiknya untuk menghibur,” kata Na Son.

“Itu gerakan bagus dan unik, jadi saya cepat membidik,” lanjut Na Son.

Na Son mengaku mengunggah foto dua anak tersebut di blog pribadinya. Ketika melihat fotonya  beredar di Facebook dan Twitter, Na Son mengaku kaget. Terlebih, foto tersebut diberi keterangan ‘anak yatim yang ditinggalkan’.

“Beberapa orang bahkan membuat cerita yang rumit tentang anak-anak tersebut, seperti ibu mereka telah meninggal dan ayah mereka meninggalkan mereka,” jelas Na Son.

Tidak sampai di situ, Na Son juga menemukan fotonya disertai keterangan ‘korban perang sipil di Suriah dan ‘dua anak yatim Burma’. Na Son merasa harus berupaya menjelaskan yang sebenarnya kepada publik karena hal tersebut berkaitan pula dengan klaim hak cipta. Selain itu, ia menyayangkan fotonya disalahgunakan oleh pihak tak bertanggung jawab.

“Ini mungkin foto yang sudah digunakan secara bersama, tapi sayangnya dipakai dengan konteks yang salah,” tandas Na Son.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya