SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

?Jakarta – Tiga gempa yang mengguncang bumi Papua Barat telah diprediksi sebelumnya. Namun demikian, waktu kejadian dari gempa yang sempat diperingatkan dapat menimbulkan gelombang tsunami tidak dapat diketahui sejak awal.

“Rabu (29/9) jam 21.00 WIB kita sudah memprediksi akan terjadi gempa di Papua namun kalau waktunya tidak bisa diprediksi tapi kami mengetahuinya dari polanya,” ujar Staf Khusus Presiden Bidang Bencana Alam dan Bantuan Sosial, Andi Arief, Kamis (30/9) pukul 02.00 WIB.

Promosi BRI Dipercaya Sediakan Banknotes untuk Living Cost Jemaah Haji 2024

Menurut Andi, dari tim yang mengkaji potensi gempa yang ada di Indonesia dapat mengetahui potensi gempa di Indonesia Timur lebih besar dibandingkan di wilayah Indonesia barat. Meski demikian, terkait kerusakan justru berbeda.

“Indonesia timur potensi gempanya dua kali lebih besar tapi resiko kerusakannya sangat sedikit dibandingkan gempa yang terjadi di Indoensia barat,” jelas Andi.

Terkait tiga gempa yang mengguncang Papua, Andi mengaku belum mendapatkan laporan adanya korban jiwa dan kerusakan. “Kita belum terima laporan, jika ada informasi kami akan kabarkan,” tutupnya.

Sebelumnya, BMKG melansir terjadi gempa 7,4 SR di 141 km Tenggara Kaimana dengan kedalaman 25 km. Kemudian terjadi dua kali gempa susulan masing-masing berkekuatan 5,3 SR dengan kedalaman 10 km dan 5,2 SR dengan kedalaman 108 KM.(Detik.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya