SOLOPOS.COM - Peserta aksi 212 di depan Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (21/2/2017). (JIBI/Solopos/Antara/Wahyu Putro A)

Polda Metro Jaya mengimbau kelompok massa yang merencanakan aksi 313 mengurungkan niat turun ke jalan karena mendekati Pilkada Jakarta.

Solopos.com, JAKARTA — Kapolda Metro Jaya Irjen Pol M. Iriawan mengimbau kepada sejumlah pihak yang berencana melakukan pergerakan massa pada 30 dan 31 Maret 2017 untuk mengurungkan rencana aksi turun ke jalan.

Promosi Indeks Bisnis UMKM BRI: Ekspansi Bisnis UMKM Melambat tapi Prospektif

Menurutnya, kegiatan ini berpotensi mengganggu ketenangan jelang dilaksanakannya Pilkada Jakarta 2017 putaran kedua. Selain itu, kegiatan ini juga berpotensi mengganggu ketertiban umum lainnya.

“Kami sampaikan lebih baik tidak usah dilakukan. Yang pertama adalah ada pergeseran massa cukup besar. Ini masa kampanye, tentunya akan cukup mengganggu bagi ketenangan orang yang sedang berkampanye. Kedua juga tentunya akan mengganggu ketertiban umum lainnya,” katanya.

Iriawan menjelaskan pada Kamis (30/3/2017), sekelompok massa dari komponen masyarakat tertentu berencana melakukan aksi di DPR. Sedangkan pada Jumat (31/3/2017) ada rencana salat bersama di Masjid Istiqlal yang diakhiri dengan pergerakan massa ke istana.

Lebih jauh, dalam kesempatan yang sama, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol R. P. Argo Yuwono menyebutkan bahwa kegiatan yang dilarang adalah aksi turun ke jalan, bukan kegiatan ibadah. “Itu kan demonstrasi atau unjuk rasa ya, ada long march ke Istana Negara. Kalau mau sembahyang di Istiqlal, ya silakan saja,” katanya.

Argo juga mengimbau agar warga luar Jakarta tidak ikut datang ke Jakarta dan agar bisa melaksanakan ibadah di tempat atau daerah masing-masing.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya