SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Padang–Warga Sumatera Barat (Sumbar) ramai membicarakan beredarnya kabar penghentian pencarian korban gempa. Sejumlah media lokal turut menjadikannya sebagai headline. Kepala Pusat Data dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Priyadi Kardono meluruskan kabar itu.

Priyadi di Kantor Gubernur Sumbar, Jl Sudirman, Padang, Selasa (5/10) menyatakan penghentian hanya dilakukan terkait pencarian korban yang kemungkinan masih hidup di reruntuhan. Pencarian dihentikan karena tim SAR asing mendeteksi tidak ada lagi korban yang terjebak di reruntuhan yang masih hidup.

Promosi BRI Dipercaya Sediakan Banknotes untuk Living Cost Jemaah Haji 2024

“Tim SAR asing mempunyai keahlian khusus untuk mencari orang hidup di reruntuhan. Itu tugas pokok mereka. Mereka sudah mendeteksi kemungkinan ada orang hidup dan mereka menyatakan sudah tidak ada lagi yang hidup di antara reruntuhan,” ujarnya.

Oleh karenanya, tugas SAR asing dianggap berakhir. “Kalau tidak ada yang hidup, tugas mereka (SAR asing) sudah selesai. Tapi pencarian terhadap yang sudah tewas tetap di lakukan,” katanya.

Gempa 7,6 SR di Sumbar terjadi Rabu 30 September. Sedikitnya jenazah 609 orang telah ditemukan.

dtc/fid

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya