News
Kamis, 30 November 2023 - 21:28 WIB

Baru Bebas dari Penjara, Hakim Agung Nonaktif Gazalba Saleh Ditahan Lagi

Dany Saputra  /  Abu Nadzib  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Hakim agung nonaktif Gazalba Saleh kembali ditetapkan sebagai tersangka dugaan gratifikasi dan pencucian uang. (Antara)

Solopos.com, JAKARTA — Baru bebas dari hukuman penanganan perkara di Mahkamah Agung pada Oktober 2023, hakim agung nonaktif Gazalba Saleh kembali ditetapkan sebagai tersangka dugaan gratifikasi dan pencucian uang.

Dia ditahan KPK untuk 20 hari pertama mulai Kamis (30/11/2023) sampai dengan 19 Desember 2023.

Advertisement

Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur mengatakan lembaga antirasuah menduga Gazalba menerima gratifikasi hingga sekitar Rp15 miliar.

“Sebagai bukti permulaan awal di mana kurun waktu 2018 sampai dengan 2022 ditemukan adanya aliran uang berupa penerimaan gratifikasi sejumlah sekitar Rp15 miliar,” terang Asep dalam konferensi pers, Kamis (30/11/2023), seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Advertisement

“Sebagai bukti permulaan awal di mana kurun waktu 2018 sampai dengan 2022 ditemukan adanya aliran uang berupa penerimaan gratifikasi sejumlah sekitar Rp15 miliar,” terang Asep dalam konferensi pers, Kamis (30/11/2023), seperti dikutip Solopos.com dari Antara.

Adapun dugaan penerimaan gratifikasi hingga tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang dilakukan Gazalba merupakan hasil pengembangan perkara suap yang menjerat hakim agung nonaktif itu sebelumnya.

Asep menerangkan Gazalba menjabat sebagai hakim agung sejak 2017.

Advertisement

Gazalba diduga menerima pemberian sejumlah uang dalam bentuk gratifikasi untuk putusan kasasi bagi terdakwa sejumlah kasus pidana.

Misalnya kasus mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo, Rennier Abdul Rahman Latif, serta peninjauan kembali (PK) Jafar Abdul Gaffar.

Tidak hanya itu, Gazalba diduga membelikan uang tersebut untuk pembelian sejumlah aset ekonomis seperti satu unit rumah di Cibubur senilai Rp7,6 miliar, serta satu bidang tanah dan bangunan di Jagakarsa, Jakarta Selatan senilai Rp5 miliar.

Advertisement

Di sisi lain, KPK menduga adanya penukaran sejumlah uang ke beberapa money changer hingga miliaran rupiah dengan identitas orang lain, serta tidak mencantumkan aset-aset yang dibeli olehnya ke Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Sebelumnya, Gazalba divonis bebas oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Bandung pada Agustus 2023.

Kemudian, dia kembali dinyatakan bebas pada tingkat kasasi pada Oktober 2023.

Advertisement

Artikel ini telah tayang di Bisnis.com dengan judul “Baru Bebas, Hakim Agung Nonaktif Gazalba Ditahan Lagi oleh KPK”

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif