SOLOPOS.COM - Logo Bank Jateng (iwapi-pusat.org)

Bank Jateng ditinggalkan dua direkturnya setelah keduanya menyatakan mundur. Namun OJK mengklaim belum menerima surat resmi terkait hal itu.

Solopos.com, SEMARANG—Otoritas Jasa Keuangan belum menerima surat keterangan resmi pengunduran diri dua anggota direksi PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah atau Bank Jateng.

Promosi Efek Ramadan dan Lebaran, Transaksi Brizzi Meningkat 15%

Dua direksi Bank Jateng yang diketahui mundur yakni Direktur Operasional Bambang Widiyanto dan Direktur Pemasaran Agung Siswanto. Keduanya resmi diberhentikan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar pada Senin, 27 April 2015.

Kepala OJK Regional 4 Jateng dan DIY Y Santoso Wibowo mengakui telah mengetahui informasi pengunduran diri dua direktur tersebut. Kendati demikian, pihaknya belum menerima surat tertulis resmi dari Bank Jateng perihal pengunduran diri dua orang direksi tersebut.

“Saya sudah mendengar, tapi belum menerima surat keterangan resmi [pengunduran diri],” papar Santoso kepada Bisnis.com , Rabu (6/5/2015).

Menurutnya, pengunduran diri Bambang Widiyanto dilakukan sebelum pelaksanaan RUPS berlangsung atau pada Kamis, 23 April 2015. Sementara, Agung Siswanto diberhentikan saat RUPS karena penilaian kinerja kurang memuaskan.

Namun demikian, Santoso tidak mau memberikan penilaian lebih jauh sebelum menerima surat resmi yang dilayangkan Bank Jateng kepada OJK.

Kendati dinyatakan telah mengundurkan diri, Santoso mengatakan dua direksi tersebut hingga saat ini masih aktif bekerja pada jabatan semula. Penggantian jabatan itu akan dilakukan hingga muncul nama pengganti baru.
“Mereka masih akif bekerja, nanti menunggu direksi pengganti” paparnya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan proses pengganti dua direktur Bank Jateng akan dilakukan secara terbuka atau melalui proses lelang. Dia mengatakan pemilihan direksi perbankan lebih rinci karena proses seleksi profesionalisme direksi dari OJK. Ganjar mengakui Bambang sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan tindak pidana korupsi. Namun kasus itu diberhentikan dengan terbitnya surat perintah penghentian penyidikan (SP3) dari Kejaksaan Semarang.

“Ya, kalau sudah mundur ya sudah selesai di Bank Jateng. Saya menghormati beliau karena beliau memberikan surat pengunduran diri. Proses lelang direksi sudah siap, dalam waktu dekat,” paparnya.

Komisaris Utama Bank Jateng Sri Puryono menambahkan pengganti dua direksi itu akan segera dilakukan melalui lelang terbuka. Pihaknya mengakui dua direksi itu hingga saat ini masih aktif bekerja sampai terpilihnya nama pengganti baru.

Selain RUPS membahas pengunduran diri dua direktur, Puryono mengatakan pembagian dividen tahun ini disepakati sekitar Rp278 miliar atau 51%. Pihaknya mengakui Bank Jateng ke depan bakal mematuhi anjuran OJK dalam pembagian dividen 30%.

“Karena pemda masih perlu suntikan. Sumber pendapatan asli daerah paling besar dividen dari Bank Jateng, setelah pajak,” paparnya.

Pada 2014, Bank Jateng mencetak rekor pencapain laba terbesar untuk kali pertama yakni diangka Rp1,035 triliun.
Perolehan laba itu dinilai lebih tinggi dari target awal diangka Rp993 miliar atau meningkat 8,7% dari laba capaian tahun sebelumnya Rp952,7 miliar.

Sementara itu, hingga akhir Desember 2014 total aset Bank Jateng mencapai Rp35,74 triliun atau tumbuh 16,45% dari posisi tahun sebelumnya diangka Rp30,69 triliun. Adapun dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun pada 2014 senilai Rp29,41 triliun atau naik 17,99% dibandingkan tahun sebelumnya hanya Rp24,92 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya