SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solo (Espos)–Standarisasi produk hasil industri kuliner Soloraya khususnya yang digarap pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) dinilai masih lemah. Lemahnya standar produk ini lebih banyak disebabkan karena ketahanan modal dari pelaku UKM yang juga dinilai lemah.

Demikian disampaikan Direktur Eksekutif Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Solo, Chandra Hartanto, sehingga ke depan Kadin akan memfasilitasi pelaku UKM kuliner di Kota Solo melalui berbagai program, termasuk rencana membentuk asosiasi kuliner. “Kami berencana memfasilitasi pembentukan asosiasi kuliner kerja sama dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemkot Solo. Karena selama ini asosiasi yang bisa menjadi payung bagi semua pelaku kuliner dari yang besar sampai yang kecil di Kota Solo belum ada,” tutur Chandra, saat ditemui Espos di sela-sela Festival Kuliner, Minggu (23/5).

Promosi Siasat BRI Hadapi Ketidakpastian Ekonomi dan Geopolitik Global

Menurutnya, memahami pentingnya standarisasi produk kuliner terutama dari sisi kualitas akan berpengaruh terhadap pertumbuhan kuliner Kota Solo ke depan dan mampu menjadi sumber kesejahteraan bagi pelaku UKM kuliner. Dengan menerapkan standarisasi produk, lanjutnya, maka produk kuliner Kota Solo berpotensi masuk ke ritel-ritel besar.  Tentu, dengan pembinaan-pembinaan agar kemasan, servis dan sajian bisa lebih baik.

haw

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya