SOLOPOS.COM - Logo AJI (Foto: Detikcom)

Jakarta (Solopos.com)–Aliansi Jurnalis Independen (AJI) menyerukan kepada perusahaan media untuk memenuhi hak kesehatan reproduksi pekerja perempuan.

Seruan ini juga dalam rangka mengenang jasa pahlawan nasional wanita RA Kartini yang diperingati setiap 21 April.

“Jurnalis perempuan Indonesia rentan terhadap pengabaian hak kesehatan reproduksinya,” ujar Luviana dari Divisi Perempuan AJI, di Kantor AJI, Jl Kembang Raya, No 6, Kwitang, Jakarta Pusat, Rabu (20/4/2011).

Luviana mencontohkan beberapa perusahaan media tidak menyediakan fasilitas khusus ruang menyusui agar jurnalis perempuan bisa menyusui anaknya.

“Hanya perusahaan media besar saja yang sudah menyediakan ruang khusus menyusui itu,” jelasnya.

Merujuk pada perintah undang-undang dan praktek di tempat kerja yang belum ideal, pada peringatan hari Kartini ini, AJI Indonesia menyerukan perusahaan media segera memenuhi hak para pekerjanya. Terutama berkaitan dengan kesehatan jurnalis perempuan.

“Misalnya hak cuti haid dan cuti melahirkan. AJI juga meminta agar perusahaan media memberikan penuh kepada jurnalis perempuan yang menyusui,” tegasnya.

Selanjutnya AJI pun meminta perusahaan media memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja kepada jurnalis perempuan dan keluarganya. Seperti, pelayanan medis rawat jalan, rawat inap, perawatan kehamilan dan persalinan.

“Perusahaan media memberikan jaminan sosial tenaga kerja kepada jurnalis perempuan. Memberikan pelatihan tentang pemeliharaan kesehatan reproduksi dan menyediakan fasilitas antar jemput khususnya kepada jurnalis perempuan yang hamil,” paparnya.

(Detikcom/nad)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya