SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solo (Espos)–Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Pemerintah Kota Solo mencatat sebanyak 130 kasus siswa putus sekolah selama tahun ajaran 2008/2009.

Menurut data yang berhasil dihimpun Espos, angka putus sekolah tertinggi terjadi di jenjang SMK yakni mencapai 50 siswa. Jenjang SD menempati urutan kedua dengan 43 kasus. Untuk SMP dan MTs menempati urutan ketiga masing-masing mencapai 16 kasus. Sementara di jenjang SMA mencapai lima kasus. Sedangkan untuk jenjang Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Aliyah (MA), dan SMP terbuka tidak satu pun ditemukan kasus putus sekolah. Perbedaan angka putus sekolah antara sekolah negeri dan sekolah swasta tidak signifikan, mengingat perbandingannya mencapai 61:69.

Promosi BRI Dipercaya Sediakan Banknotes untuk Living Cost Jemaah Haji 2024

Kepala Disidikpora, Drs Rakhmat Sutomo MPd saat ditemui wartawan di sela-sela kesibukannya, Kamis (20/8), mengatakan sebagian besar angka putus sekolah di Kota Solo disebabkan faktor keluarga. Menurutnya, rata-rata siswa yang bersangkutan mempunyai latar belakang broken home. Ia melanjutkan, kalau pun terdapat faktor ekonomi, jumlahnya tidak signifikan.

“Kami sudah berupaya menjadikan sekolah agar bisa dijangkau oleh warga miskin. Jadi, jangan sampai warga Solo tidak bisa sekolah hanya karena faktor ekonomi,” papar Rakhmat.

Selain faktor broken home, diduga siswa yang bersangkutan tidak memiliki kemauan kuat untuk melanjutkan sekolah.

m82

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya