Lagi, Tentara Israel Bunuh 4 Warga Palestina di Jalur Gaza

Pemrotes Palestina jatuh setelah terkena gas air mata tentara Israel di perbatasan Israel-Gaza, Jumat (8/6 - 2018). (Reuters/Ibraheem Abu Mustafa)
09 Juni 2018 11:15 WIB Newswire Internasional Share :

Solopos.com, GAZA – Media Israel yang mengutip pejabat medis di Jalur Gaza menyebut tentara Israel  memewaskan empat orang Palestina, Jumat (8/6/2018). Korban meninggal termasuk anak lelaki berusia 15 tahun dan melukai lebih dari 600 orang lagi.

Keempat korban meninggal membuat jumlah orang Palestina yang tewas di perbatasan Jalur Gaza jadi 124 sejak protes dimulai pada 30 Maret, termasuk 60 orang yang tewas dalam satu hari pada Mei.

Tokopedia

Taktik mematikan Israel dalam menghadapi protes telah mengundang pengutukan internasional.

Sebanyak 10.000 orang Palestina ikut dalam pertemuan terbuka di lima lokasi di dekat perbatasan Jalur Gaza-Israel pada Jumat (8/6/2018), kata Pasukan Pertahanan Israel (IDF).
IDF mengatakan puluhan layang-layang dan balon "yang terbakar atau membawa bahan peledak" dilepaskan dari Jalur Gaza ke dalam wilayah Israel.

"Bahan peledak dan granat dilemparkan ke arah personel IDF," tambah badan pertahanan Israel.

Tentara Israel menanggapi dengan cara pembubaran kerusuhan "sejalan dengan peraturan keterlibatan", kata IDF, sebagaimana dikutip Antara dari Xinhua, Sabtu (9/6/2018). Ditambahkannya, IDF telah meningkatkan kehadiran di sepanjang paga perbatasan.

Israel menyatakan Israel mempertahankan perbatasannya dari massa yang "melemparkan batu dan ban yang terbakar dalam upaya untuk menyeberanginya". Di satu lokasi, katanya, "dua gerilyawan Palestina melepaskan tembakan ke arah pasukannya dan beberapa orang lagi melemparkan granat".

Protes itu mencapai puncaknya saat Matahari terbenam, ketika banyak pengunjuk-rasa meninggalkan kamp perbatasan untuk berbuka puasa, mengakhiri puasa selama Bulan Suci Ramadan.

Rakyat Palestina mengatakan peserta protes adalah rakyat yang memperlihatkan kemarahan mereka terhadap Israel dan untuk menuntut hak mereka pulang ke rumah yang ditinggalkan keluarga mereka atau karena keluarga mereka diusir setelah berdirinya negara Yahudi 70 tahun lalu.

Sumber : Antara