News
Sabtu, 29 Mei 2021 - 23:15 WIB

Virus Corona Hibrida India-Inggris Ditemukan di Vietnam

Oktaviano D.b. Hana  /  Rahmat Wibisono  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Lalu lintas padat terjadi pada jam sibuk di pagi hari setelah pemerintah melonggarkan penguncian nasional akibat wabah penyakit virus corona pemicu Covid-19 di Hanoi, Vietnam, Senin (25/5/2020). (Bisnis-Reuters-Kham)

Solopos.com, JAKARTA — Vietnam melaporkan bahwa pihaknya telah mendeteksi varian baru virus corona pemicu Covid-19. Varian baru virus corona itu merupakan  hibrida atau turunan yang dihasilkan dari perkawinan antara varian Covid-19 India dan Inggris yang menyebar dengan cepat melalui udara.

Surat kabar online Vn Express melaporkan, Menteri Kesehatan Vietnam Nguyen Thanh Long mengatakan informasi tersebut, Sabtu (29/5/2021). Setelah berhasil menahan virus corona hampir sepanjang tahun lalu, Vietnam kini berjuang melawan wabah virus corona hibrida yang menyebar lebih cepat.

Advertisement

Baca Juga: Tes Wawasan Kebangsaan Gergaji Penyidik Kasus Kakap KPK?

Hampir 3.600 orang telah terinfeksi di 31 dari 63 kota dan provinsi sejak akhir April, terhitung lebih dari setengah dari total infeksi di negara itu. "Setelah menjalankan pengurutan gen pada pasien yang baru terdeteksi, kami telah menemukan varian baru yang merupakan campuran dari varian India dan Inggris," kata Nguyen Thanh Long.

Lebih spesifik, katanya, virus pemicu Covid-19 itu varian India dengan mutasi yang aslinya milik varian Inggris. Vn Express mengutip Long yang mengatakan Vietnam akan segera mengumumkan varian yang baru ditemukan ke dunia.

Advertisement

Vietnam sebelumnya telah melaporkan tujuh varian virus: B.1.222, B.1.619, D614G, B.1.1.7 (varian Inggris), B.1.351, A.23.1 dan B.1.617.2 (varian India).

Replikasi Diri

Hasil pembiakan laboratorium dari varian baru itu, yang jauh lebih dapat ditularkan daripada jenis yang diketahui sebelumnya. Long mengungkapkan bahwa virus mereplikasi dirinya sendiri dengan sangat cepat.

Ia menjelaskan mengapa begitu banyak kasus baru muncul di lokasi berbeda dalam waktu singkat. Negara di Asia Tenggara penemu virus corona hibrida itu sejauh ini telah mendaftarkan 6.396 kasus Covid-19, dengan 47 kematian.

Advertisement

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif