News
Selasa, 25 September 2012 - 19:22 WIB

Unjuk Kekuatan Di Tengah Sengketa Teritorial,China Luncurkan Kapal Induk

Redaksi Solopos.com  /  Rini Yustiningsih  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Anggota Angkatan Laut China bersiap menerima pengarahan di Kapal nduk Liaoning saat peluncuran resmi kapal tersebut di Pelabuhan Dalian Provinsi Liaoning, Selasa (25/9/2012). (Reuters)

Kapal Induk Liaoning tampak merapat di Pelabuhan Dalian, di Dalian Provinsi Liaoning, Sabtu (22/9/2012). (Reuters)

BEIJINGChina secara resmi mengoperasikan kapal induk pertamanya, Selasa (25/9/2012). Langkah yang diambil di tengah memanasnya sengketa maritim dengan Jepang ini dipandang banyak pihak sebagai unjuk kekuatan yang dikhawatirkan mengarah pada aksi provokasi.

Advertisement

Departemen Pertahanan China mengatakan, peluncuran kapal induk baru bernama Liaoning itu untuk meningkatkan kekuatan operasional Angkatan Laut (AL) China secara keseluruhan. “(Dan) membantu Beijing secara efektif untuk melindungi kedaulatan nasional, keamanan dan kepentingan pembangunan,” bunyi pernyataan tersebut.

Disebutkan, kapal induk rakitan ulang itu perannya akan terbatas. Kapal yang dibeli dari Ukraina itu terutama akan berfungsi untuk pelatihan dan pengujian menjelang peluncuran kapal induk pertama buatanChinayang dibangun setelah 2015, ujar para pengamat.

Anggota Angkatan Laut China bersiap menerima pengarahan di Kapal nduk Liaoning saat peluncuran resmi kapal tersebut di Pelabuhan Dalian Provinsi Liaoning, Selasa (25/9/2012). (Reuters)

Advertisement

Kapal induk Liaoning tersebut secara resmi diserahkan kepada AL dalam sebuah upacara yang dihadiri Presiden Hu Jintao dan Perdana Menteri Wen Jiabao. Kehadiran kedua pemimpin tertinggi China secara bersamaan tersebut dipandang banyak pengamat sebagai “unjuk kekuatan politik nasional” di tengah ketegangan dengan Jepang.

“Kapal induk pertama ini mempunyai arti penting dan mendalam bagi modernisasi ALserta dalam upaya meningkatkan kekuatan pertahanan nasional,” ujar Wen dalam sambutan penyerahan di Pelabuhan Danya, seperti dikutip Kantor Berita Xinhua Wen mengatakan pada upacara komisioning dalam utara pelabuhanDalian.

Hubungan China-Jepang memburuk tajam bulan ini setelah Jepang membeli pulau di Laut China Timur, bagian dari kepulauan yang disebut Senkaku di Jepang dan Diaoyu di China. Kebijakan tersebut telah memicu protes anti-Jepang diChina.

Advertisement

“China tidak akan menoleransi tindakan bilateral Jepang yang membahayakan kedaulatan teritorial Cina,” kata wakil Menlu China, Zhang Zhijun, sebelumnya. 

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif