News
Selasa, 2 April 2013 - 21:19 WIB

Tidur 165 Tahun, Gunung Guntur Status Waspada

Redaksi Solopos.com  /  Amiruddin Zuhri  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Panduan Informasi dan Inspirasi

GARUT—Satu lagi gunung api di Indonesia ”bangun” dari tidurnya. Gunung Garut yang terletak di Garut Jawa Barat Selasa (2/4/2013) pukul 17.00 WIB resmi dinaikkan statusnya dari normal menjadi Waspada .

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) yang berwenang memutuskan status gunung tersebut menyebutkan dalam beberapa hari terakhir aktivitas gunung menunjukkan peningkatan.

Advertisement

Selama 29-31 Maret terjadi adalah dua kali gempa vulkanik  dalam, sembilan kali vulkanik dangkal, empat kali gempa tektonik lokal, dan enam kali gempa tektonik jauh. Pada 1-2 April, terekam tiga kali gempa vulkanik dalam, satu kali gempa vulkanik dangkal, dan empat kali gempa tektonik jauh.

“Hari ini mulai pukul 07.00 WIB sampai saat ini terekam gempa tremor terus-menerus dengan amplituda rata-rata 10-15 mm,” jelas Kepala PVMBG Surono dalam rilisnya. Namun dari deformasi, atau penggembungan belum terdeteksi.

Seperti halnya Merapi, Gunung Guntur mengeluarkan awan panas yang menjadi potensi risiko. Namun lontaran batu pijar dan lahar juga bisa terjadi.  Dengan adanya peningkatan status, PVMBG akan meningkatkan pemantauan secara intensif untuk melakukan evaluasi kegiatan Gunung Guntur dan dikoordinasikan dengan BPBD setempat.

Advertisement

PVMBG pun mengeluarkan rekomendasi yaitu dalam radius 2 kilometer mulai dari kawah harus steril alias tidak boleh ada manusia. “Masyarakat juga diharapkan tidak terpancing dengan isu-isu tentang letusan Gunung Guntur dan harap selalu mengikuti arahan dari BPBD setempat,” imbau Surono.

Guntur merupakan gunung api yang cukup lama tidur. Setelah letusan terakhir pada 1840-1847 gunung itu tidak lagi beraktivitas. Berarti sekitar 165 tahun dalam kondisi tertidur.

Pada 1800-an Gunung Guntur masuk dalam kategori gunung paling aktif. Mengalahkan Merapi yang berada di urutan nomor tiga. Sementara paling aktif kedua adalah Gunung Lamongan.

Advertisement

”Setelah erupsi terakhir tahun 1840-1847, yaitu berupa aliran lava-lontaran piroklastik, Gunung Guntur sudah 165 tahun belum mengalami erupsi lagi,” kata Mbah Rono.

 

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif