News
Senin, 22 Agustus 2016 - 11:20 WIB

Tahukah Anda? Harga Rokok Makin Murah Sejak 2003

Redaksi Solopos.com  /  Adib Muttaqin Asfar  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Ilustrasi smoking area (Dok/JIBI/Solopos)

Harga rokok Rp50.000 banyak ditentang. Namun sebenarnya harga rokok kian murah sejak 2003.

Solopos.com, SOLO — Wacana penaikan harga rokok menjadi Rp50.000/bungkus banyak ditentang. Meski menjanjikan kenaikan pendapatan cukai rokok, kenaikan harga ini dinilai mengancam pelaku industri rokok dan tembakau serta berpotensi meningkatkan jumlah peredaran rokok ilegal.

Advertisement

Selama ini, para perokok melihat harga rokok selalu naik setiap tahun. Hal ini seiring kenaikan pendapatan cukai rokok/tembakau oleh pemerintah Indonesia seperti data berikut:

Pendapatan pemerintah dari cukai tembakau
Tahun USD
2005 3.548.913.043
2006 4.017.391.304
2007 4.726.086.957
2008 5.426.086.957
2009 6.019.565.217
2010 6.556.188.503
2011 7.591.921.284
Sumber: tobaccotax.seatca.org

Namun jika dilihat dari harganya, rokok di Indonesia sebenarnya semakin murah dibandingkan dengan kenaikan pendapatan atau gross domestik bruto (GDP), baik total maupun per kapita. Data dari 2000-2010 menunjukkan harga rokok kian terjangkau dari tahun ke tahun.

Advertisement

Hal itu tampak dari persentase perbandingan harga rokok dengan pendapatan (GDP) perkapita. Pada 2000, persentase tersebut kurang dari 0,045 persen, lalu terus meningkat hingga pada 2002 dan 2003 mencapai lebih dari 0,05 persen dari pendapatan per kapita.

Namun pada tahun-tahun berikutnya, persentase harga rokok kian rendah dibandingkan pendapatan perkapita Indonesia. Hingga pada 2010, harga rokok rata-rata per pak hanya 0,025 persen dari pendapatan per kapita.

Jadi, meskipun harga rokok terus naik karena kenaikan cukai, rokok justru kian terjangkau oleh masyarakat.

Advertisement

Persentase harga rokok dibandingkan pendapatan perkapita Indonesia. (tobaccotax.seatca.org)

Hal itu seiring dengan masih tingginya angka perokok aktif di Indonesia. Data WHO menyebutkan Indonesia merupakan salah satu negara tertinggi di dunia dalam hal tingkat kelaziman orang merokok. Pada 2013, persentase kelaziman orang merokok di Indonesia berada di level 50-100%. Hanya ada tiga negara di level ini, yaitu Indonesia, Rusia, dan Papua Nugini.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif