News
Jumat, 4 Juni 2021 - 07:35 WIB

Solopos Hari Ini: Nyawa yang Utama

Tim Solopos  /  Anik Sulistyawati  | SOLOPOS.com

SOLOPOS.COM - Koran Solopos Hari Ini edisi Jumat (4/6/2021) mengulas tentang nyawa yang utama.

Solopos.com, SOLO-- Koran Solopos Hari Ini edisi Jumat (4/6/2021) mengulas tentang nyawa yang utama.

Pemerintah Indonesia kembali batal memberangkatkan jemaah haji pada tahun ini. Keputusan ini dinilai menyelamatkan nyawa manusia, tetapi di sisi lain menunjukkan lemahnya diplomasi pemerintah.

Advertisement

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas memastikan Indonesia kembali tak bisa memberangkatkan jemaah calon haji tahun 2021, seperti tahun lalu.

Dia mengatakan pembatalan tersebut melalui keputusan Menteri Agama Nomor 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 Hijriah atau 2021 masehi.

Advertisement

Dia mengatakan pembatalan tersebut melalui keputusan Menteri Agama Nomor 660 tahun 2021 tentang Pembatalan Keberangkatan Jamaah Haji pada Penyelenggaraan Ibadah Haji Tahun 1442 Hijriah atau 2021 masehi.

Berbagai berita pilihan yang dimuat di Koran Solopos Hari Ini bisa disimak di Espos Premium.

Krisis Kudus Berimbas ke Luar Daerah

Lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah (Jateng) membuat rumah sakit di wilayah tersebut sudah tidak bisa menampung pasien. Alhasil, banyak pasien Covid-19 dari Kudus yang dirujuk ke sejumlah daerah, seperti Kota Semarang.

Advertisement

Kepala Dinkes Kota Semarang, Abdul Hakam, menyebut dari jumlah pasien Covid-19 yang ditangani di Kota Semarang, sekitar 37 persen berasal dari luar kota, termasuk Kudus.

“Kalau hari ini ada 678 [pasien yang dirawat], berarti 428 dari Kota Semarang, luar kota ada 250 orang. Hampir 37 persen,” kata Hakam kepada wartawan di sela pembukaan vaksinasi drive thru di kawasan Simpang Lima, Kota Semarang, Kamis (3/6/2021).

Berbagai berita pilihan yang dimuat di Koran Solopos Hari Ini bisa disimak di Espos Premium.

Advertisement

Korido Ngarsapura Punya Ragam Potensi

Koridor Ngarsopuro, Jl. Gatot Subroto, Coyudan, dan citywalk Jl. Slamet Riyadi punya daya tarik istimewa untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata. Momentum Pandemi yang belum berakhir bisa dimanfaatkan guna memulai perencanaan sebelum geliat pariwisata berdenyut kembali.

Hal itu terungkap dalam diskusi kelompok terarah bertema Ekplorasi Kawasan City Walk dan Koridor Ngarsopuro sebagai Ruang Publik yang dihelat oleh sejumlah tokoh Kota Solo di Resto Omah Sinten, Selasa (1/6/2021).

Sehingga ketika pandemi berakhir, atau tidak berakhir namun dalam masa kenormalan baru, Solo telah siap membuat lompatan di area tersebut.

Advertisement

“Perlu perbaikan infrastruktur, seperti lampu rusak, sampah, dan kantong parkir yang tidak tertata,” ucap anggota DPRD Solo, Ginda Ferachtriawan, dalam kesempatan tersebut. Pemerintah Kota (Pemkot) Solo bisa mulai gerakan awal menghidupkan pariwisata di kawasan itu dengan menutupnya setiap sore.

Berbagai berita pilihan yang dimuat di Koran Solopos Hari Ini bisa disimak di Espos Premium.

Advertisement
Advertisement
Berita Terkait
Advertisement

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif